“Mana ada di dalam partai, struktur seperti militer. Jadi partai kan yang dikenal dewan pimpinan pusat partai, dewan pimpinan daerah, dewan pimpinan cabang, hingga anak ranting,” kata Hasto di Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (21/9/2022)
Lain Puan, lain lagi dengan Ganjar. Gubernur Jawa Tengah itu seakan semakin terpinggirkan dari radar pencapresan partainya sendiri.
Acap kali Ganjar tak diundang di acara PDI-P yang digelar di wilayah kekuasaannya di Semarang, Jawa Tengah.
Berkali-kali dia juga disentil oleh elite PDI-P, disebut kemajon (kelewatan) dan kemlinthi (congkak) karena berambisi maju sebagai capres.
Ganjar sendiri tak sekali dua kali mengatakan bahwa dirinya tunduk pada keputusan Megawati perihal pencapresan.
“Yang menentukan (capres) juga partai, kalau sudah ditentukan,” katanya saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Persoalannya kini, elektabilitas Puan menurut survei berbagai lembaga masih sangat minim. Angkanya hanya di kisaran satu persen.
Dalam urusan ini, Puan tertinggal jauh dari Ganjar yang elektabilitasnya hampir selalu menempati urutan tertinggi di kisaran 20 persen.
Jika demikian, lantas, mengapa PDI-P berat sebelah ke Puan?
Trah Soekarno
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai, perangai PDI-P beberapa waktu belakangan memang memperlihatkan sinyal dukungan ke Puan untuk maju sebagai capres 2024.
Menurut dia, ini tak lepas dari latar belakang Puan sebagai putri Megawati. Besar kemungkinan, PDI-P hendak menjaga eksistensi mereka sebagai partai trah Soekarno.
Jika Ganjar yang diusung PDI-P, pergerakan trah Soekarno di jajaran pemimpin negeri berpotensi terancam.












