Jelang Pemilu 2024, Jokowi: Kedepankan Politik Adu Ide, Bukan Adu Domba

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar Pemihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang mengedepankan politik adu ide dan gagasan yang menyehatkan demokrasi, bukan politik adu domba. Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan arahan di acara Konsolidasi Nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diikuti pengurus KPU se-Indonesia di kawasan Ancol, Jakarta, Jumat (2/12/2022). “Kita harus mendorong kampanye berkualitas yang menyehatkan demokrasi, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, mengedepankan politik adu ide, adu gagasan, bukan politik adu domba,” kata Jokowi. Untuk itu, Jokowi meminta KPU untuk memperkuat pendidikan politik bagi kontestan pemilu maupun masyarakat.

Jokowi juga mengajak peserta pemilu untuk melakukan pemilu yang damai, jujur, dan berintegritas. “Dan menolak tindakan-tindakan yang tidak terpuji yang mencederai demokrasi. Menyebar fitnah, menyebar ujaran kebencian, politik uang dan yang lain-lainnya,” kata Jokowi. Seperti diketahui, Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024 untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD periode 2024-2029 secara serentak. Setelah itu, pemilihan kepala daerah juga akan digelar pada 27 November 2024 untuk memilih kepala daerah di 542 wilayah secara serentak.

Diketahui, Presiden Jokowi beberapa kali telah mengimbau agar Pemilu 2024 mengedepankan adu ide dan gagasan. Selain itu, Jokowi juga berpesan agar penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak mengganggu stabilitas nasional, baik itu ekonomi, keamanan, sosial, dan politik. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi usai menghadiri acara HUT Ke-58 Partai Golkar di Hall C, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 21 Oktober 2022. “Jangan sampai perhelatan politik nanti di 2024 mengganggu stabilitas ekonomi, stabilitas keamanan, dan stabilitas sosial politik,” kata Jokowi.

Read More

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *