Tiga Tersangka Oknum ASN Pajak Nonaktif, Kembali Diperiksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel, Ada Apa?

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Tiga tersangka ASN  Pajak Palembang nonaktif, kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel dalami perkara dugaan korupsi pemenuhan kewajiban pajak, Kamis 25 Januari 2024.

Ketiga tersangka oknum ASN pajak nonaktif itu yakni bernama Rizky Fariz Harjito, Rangga Ferdi Ginanjar dan Natalia Wulan Purnamasari.

Ketiga tersangka tersebut, diperiksa penyidik untuk saling memberikan kesaksian perihal kasus yang disebut-sebut hampir mirip kasus Gayus Tambunan.

Hal itu, ditegaskan Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari SH MH, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis 25 Januari 2024.

“Update terbaru kasus tersebut, tiga tersangka pegawai pajak kembali diperiksa untuk saling bersaksi memberikan keterangan dihadapan penyidik Pidsus Kejati Sumsel,” tegas Vanny.

Mantan Kasi Datun Kejari Palembang ini menerangkan, para tersangka diperiksa secara intensif beberapa jam oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel yang dimulai dari pukul 11.00 WIB.

Diterangkan Vanny, hingga saat ini tim penyidik pidsus Kejari Sumsel dalam perkara ini telah memanggil dan memeriksa lebih dari 50an nama untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Menurut Vanny, pemanggilan sejumlah saksi-saksi berikut para tersangka tersebut guna menguatkan alat bukti penyidikan.

“Sekaligus melengkapi berkas perkara para tersangka,” terang Vanny.

Lebih lanjut diterangkan Vanny, dalam perkara mengenai Pajak ini bakal segera dirampungkan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

“Tunggu saja nanti kita informasikan lebih lanjut,” tandasnya.

Diketahui, dalam perkara ini selain tiga tersangka oknum pegawai pajak nonaktif, penyidik Pidsus Kejati Sumsel juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya.

Tiga tersangka yang dimaksud, yakni berasal dari pihak ketiga atau diduga pihak perusahaan wajib pajak sekaligus pemberi gratifikasi terhadap tiga tersangka oknum pegawai pajak nonaktif.

Tiga tersangka itu bernama, Fajar Febriansyah, Novriansyah Regan dan Heri Yansyah.

Sehingga, jumlah keseluruhan tersangka dalam perkara ini berjumlah enam orang tersangka.

Para tersangka dijerat  dengan Primer Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor atau Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor.

Atau kedua melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang- Undang Tipikor atau ketiga Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Tipikor atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor.

Dan saa ini, para tersangka telah dilakukan penahanan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel di Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo dan Lapas Perempuan Merdeka Palembang.

Sebagai catatan, saksi-saksi yang hadir dan dimintai keterangan dihadapan penyidik Pidsus Kejati Sumsel, diantaranya terdiri dari pihak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Palembang dan Prabumulih.

Lalu pihak perbankan seperti dari pihak Bank BCA dan Bank Mandiri, serta dari perusahan minyak swasta hingga milik negara seperti PT Pertamina.

Selain melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dalam rangkaian penyidikan perkara ini beberapa waktu lalu telah melakukan giat penggeledahan disejumlah titik lokasi.

Terutama dilakukan penggeledahan sekaligus penyitaan beberapa dokumen berkas terkait penyidikan di Kantor KPP Pratama Ilir Timur Palembang.

Pos terkait