Wanita Mengaku Istri Sah Perwira Polisi di Banyuasin Jerit di Medsos, Ceritanya Bikin Geleng Kepala

SUMEKS.CO – Selama 7 tahun haknya sebagai istri sah dari seorang perwira polisi diduga tidak dipenuhi oleh sang suami membuat seorang Bhayangkari berinisial EV, mencurahkan isi hatinya melalui media sosial (medsos).

Lewat akun Facebooknya @Vhxxxnya Jxxx Vhxxxnya Jxxx, EV berharap agar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo, Kapolres Banyuasin dapat menyelesaikan prahara rumah tangganya dengan sanga suami  yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek di Banyuasin.

Dari akun Facebook pribadinya yang dilihat SUMEKS.CO, EV menuliskan status sedih berisikan curahan hatinya tentang perilaku suaminya yang diduga kerap berselingkuh dengan seorang yang diduga kuat seorang polwan.

Tak hanya itu saja, melalui tulisannya EV juga menyebut pria yang diakuinya sebagai suami sahnya itu lebih memilih meninggalkan dirinya beserta tiga orang anak demi menikah lagi secara siri dengan seorang wanita berinisial F salah seorang pegawai.

“Bismillahirrahmanirrahim “Jumat Penuh Berkah” selamat pagi salam sejahtera bagi kita semua mohon izin Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Sumatera Selatan beserta Ibu Ketua Bhayangkari Sumsel dan Bapak Kapolres Banyuasin yang saya hormati dan saya banggakan,” tulis EV di status akun Facebooknya, Jumat 21 Juni 2024.

“Mohon memperkenalkan diri, saya bernama EV, istri sah seorang perwira polisi berpangkat IPTU yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek di salah satu sektor di wilayah hukum Polres Banyuasin,” sepenggal tulisan yang di kutip SUMEKS.CO

Di status akun Facebooknya itu EV menceritakan permasalahan rumah tangganya yang hampir 7 tahun lamanya tidak menerima hak sebagai seorang istri sah.

“Saya tidak memiliki kekuatan apapun bapak, saya hanya ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak, saya disini ingin mengutarakan isi hati saya dan mempertahankan harga diri serta hak saya yang selama tujuh tahun ini saya tunggu itikad baik mereka terhadap saya. Sampai hari ini tidak ada,” ujar EV lagi.

Ia pun melontarkan sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada petinggi Polri yakni Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Apakah boleh seorang polisi yang telah menikah secara resmi baik agama maupun secara hukum dengan sah bisa menikah lagi tanpa sepengetahuan istri sah. Apakah boleh seorang polisi tidak menyelesaikan permasalahan rumah tangga dengan baik selama tujuh tahun lamanya, dan istri tidak diberi nafkah lahir dan batin. Terus apakah boleh seorang polisi bisa mengganti data kartu keluarga yang awal status pernikahan tercatat sekarang di rubah menjadi status menikah tidak tercatat. Padahal saya menikah dengan sah dan semua bukti buku nikah lengkap,” terangnya.

“Sebetulnya saya tidak ada niat untuk membuka aib ini tapi dari dulu saya berharap suami saya berubah sampai hari ini saya tunggu, dulu saya telah memaafkan suami saya yang pernah berselingkuh dengan anggota Polwan pada saat suami saya menjabat sebagai driver Dir Intel Polda Sumsel, padahal Polwan tersebut telah memiliki suami dan memiliki dua orang anak saya tetap diam dan saya maafkan walaupun hati saya berat menerimanya. Perselingkuhan bukan hanya satu kali bahkan sekarang suami saya malah memiliki istri sirih dan memiliki seorang anak perempuan, padahal istri siri ini seorang pegawai di salah satu universitas di Sumsel berinisial F,” ungkapnya.

Dirinya pun meyakini sebagai sesama wanita, wanita berinisial F itu pasti tidak akan rela jika suaminya direbut oleh wanita lain.

“Jika kita bicara dari hati sesama wanita saya yakin dia pun tidak akan rela suaminya di rebut wanita lain. Padahal Pelakor ini seorang pegawai, masih status single bersekolah tinggi, padahal dia tau kalau suami saya ada istri dan anak, dulu pernah saya sempat larang menghubungi keluarga Pelakor dan orang tua untuk menghentikan semua ini tetapi ternyata gagal,” katanya.

Diterangkannya lagi, berjalannya waktu dirinya pun dipertemukan oleh suaminya dengan pelakor tersebut di Hotel Grand Kemala Pakri.

“Bahwa mereka meminta saya harus menggugat, menceraikan suami saya, tetapi tetap saya pertahankan pernikahan ini sampai detik ini, karena apa saya tidak mau sia-sia karena saya tahu suami saya mau menikah bersama pelakor tersebut,” katanya.

“Sungguh tega kamu Pelakor merusak rumah tangga saya, mengambil segala hak hak kami, dimana mata hatimu, apakah hati kamu sudah tidak ada padahal kita sama-sama wanita,” tulis Ervina kesal.

“Saya mohon keadilan, saya hanya ibu rumah tangga yang tidak dapat hak gaji saya selama tujuh tahun lamanya, sedangkan saya mencari rejeki halal sebagai tukang ojek di wilayah Betung Kabupaten Banyuasin. Saya mohon izinkan saya untuk diberi ruang dan waktu kesempatan untuk saya menceritakan hal yang sebenarnya terjadi, saya pernah menceritakan ini kepada Ibu Wakapolres Banyuasin tapi sepertinya tetap tidak ada titik terangnya, dan saya pun pernah ditemukan dengan Kasat Intelkam Polres Banyuasin, namun alhasil saya pun disuruh bercerai,” tuturnya.

“Saya disuruh meninggalkan suami saya tapi saya tetap bertahan, jadi saya harus bagaimana untuk mempertahankan hak saya dan mempertahankan kebenaran saya selama ini, saya rasa semua ini tidak adil. Sedangkan pelakor hidup mewah bersama anak dan suami saya, sementara saya hidup kesulitan dan menjadi seorang tukang ojek untuk mendapatkan tambahan biaya hidup,” tambahnya.

EV berharap melalui tulisannya ini, Kapolri bisa memberikannya ruang dan waktu agar dirinya mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Karena setahunya seorang anggota Polri tidak boleh menikah lagi tanpa seizin istri sah.

“Terima kasih bapak semoga allah memberikan jalan terbaik untuk saya dan anak-anak saya,” tutupnya.

 

Pos terkait