Diduga Aniaya Murid Sampai Luka Lebam di Mata, Oknum Guru SD IT Al-Fathona Dilaporkan ke Polisi

Palembang, sumselupdate.com – Seorang siswa kelas VI di Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Al-Fathona di Jalan Jepang, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, berinisial RA (11), mengalami kekerasan fisik di dalam sekolah yang diduga dilakukan oleh oknum guru yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah di tempat tersebut.

Tak terima anaknya menjadi korban penganiayaan, membuat sang ibu bernama Lia Rosa (40), melaporkan kejadian ke SPKT Polrestabes Palembang, pada Jumat (10/3/2023).

Menurut keterangan Lia warga Jalan Masjid Darul Muttaqin, Kecamatan Sukarami, Palembang ini, bahwa peristiwa yang dialaminya anaknya terjadi pada Kamis (16/2) sekitar pukul 09.00 WIB di ruang kelas sekolah.

“Dari keterangan anak saya, saat itu ada razia di dalam kelas, kemudian para siswa termasuk anak saya di suruh berdiri. Dan terlapor berinial YD melakukan pemeriksaan seperti razia,” ucap Lia, saat di wawancarai di Polrestabes Palembang.

Ketika dilakukan pemeriksaan oleh oknum guru tersebut, lanjut Lia, anaknya mengatakan saat itu tidak membawa mainan kepada terlapor. Namun malah membuat terlapor memukul anaknya di bagian pelipis mata dengan gagang sekop sampah.

Panik karena sudah di pukul, kemudian anaknya menenangkan dirinya keluar kelas. Dan saat kembali lagi masuk ke dalam kelas, pelipis mata sebelah kanannya terasa sakit.

“Kata anak saya, terlapor itu malah mengejarnya dan langsung memiting lehernya dengan tangan kanan,” tutur Lia.

Aksi terlapor pun akhirnya berhasil dilerai oleh guru lain yang melihat peristiwa itu. Sedangkan anak korban yang mengalami luka lebam di pelipis mata sebelah kanan langsung pulang ke rumah.

“Saya awalnya tidak mengetahui kejadian itu, saya tahunya dari ibu teman anak saya. Mengetahui anak saya menjadi korban penganiayaan, saya langsung memanggil anak saya. Ketika saya tanya, anak saya mengakui sudah dianiaya oleh guru itu. Saya lihat pelipis mata sebelah kanannya lebam dan langsung saya bawa berobat ke RS Muhammadiyah Palembang,” ungkapnya.

Setelah peristiwa kejadian itu, menurut Lia, hingga kini keadaan anaknya seperti terlihat trauma.

“Rencananya saya mau membawa anak saya ke psikiater, untuk menghilangkan traumanya, karena dia sering bilang takut nanti waktu masuk ke SMP kejadian seperti yang dialaminya terjadi lagi,” terang Lia, berharap laporannya segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD IT Al-Fathona, belum bisa memberikan keterangannya ketika dihubungi melalui sambungan telpon selulernya oleh awak media.

Laporan orang tua korban saat ini sudah diterima oleh pihak SPKT Polrestabes Palembang, dan tengah dalam penyelidikan unit Reskrim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *