Dengan penambahan korban terakhir, maka total korban meninggal akibat peristiwa tambang batu bara di Sawahlunto meledak menjadi sepuluh orang.
Menurut Octavianto, penemuan korban terakhir menandakan proses pencarian selesai dan dihentikan.
“Semua korban sudah ditemukan. Jadi proses pencarian sudah selesai,” kata dia.
Di sisi lain, Komandan Pos (Danpos) SAR 50 Kota, Robi Saputra menjelaskan, pihaknya menemukan korban terakhir di kedalaman 281 meter dari mulut tambang.
Dalamnya lokasi korban membuat tim SAR gabungan yang terdiri dari delapan petugas Basarnas dan 12 orang dari pihak PT NAL, mengalami kendala.












