TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA — Jembatan gantung Desa rantau Kumpai Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabuapten Ogan Koemering Ulu yang sempat terendam banjir kini sudah bisa dilewati, Minggu (18/2/2024) .
Camat Sosoh Buayrayap Dini Justini MSi yang dihubungi via telepon menjelaskan, kondisi jembatan gantung Desa Rantau Kumpai sudah bisa dilewati kembali.
Memang hari Jumat (16/2/2024) bagian tengah jembatan terendam banjir namun sebentar, setelah itu banjir surut kembali dan kondisi jembatan aman tidak ada material yang rusak atau hanyut.
“Tim kita bersama BPBD kecamatan dan Kades barusan mengecek lokasi, jembatan sudah bisa dilewati dengan aman,” kata Camat Sosoh Buay Rayap.
Dikatakan Camat, banjir sifatnya hanya sesaat akibat intensitas hujan yang cukup lebat.
Menurutnya, banjir ini sifatnya hanya debit air bertambah namun tidak berdampak kerusakan
Diketahui, jembatan gantung Rantau Kumpai satu-satunya yang menghubungkan Desa Rantau Kumpai I dan Rantau Kumpai 2 Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten OKU Kades Rantau Kumpai.
Untung menjelaskan, bila air Sungai Saka meluap akses mau ke sekolah dan sebagainya menjadi terganggu dan aktivitas warga menjadi terkendala.
Kades yang juga didampingi Sekdes Gyardo menjelaskan, saat ini di sampaing jembatan gantung sedang dibangun jembatan permanen.
Pihaknya berharap jembatan permanen ini segera rampung sehingga desa berpenduduk 990 jiwa segera memiliki jembatan permanen dan tidak lagi terkendala saat datang musim banjir.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak bupati H Teddy dan pihak terkait yang sudah membangun jembatan ini,” kata kades.
Terpisah Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansayah SSTP MM MPd menjelaskan, di sampaing jembatan gantung Rantau Kumpai yang terendam banjir memang sudan dibangun pondasi jembatan permanen.
Jembatan permanen ini sudah dipondasikan pada tahun 2023 lalu dan akan dilanjutkan pembangunnya di tahun 2024 .
“Tahun ini In Syaa Allah rampung” kata Pj Bupati OKU. Untuk tahap selanjutnya dianggarkan Rp 12 M sampai selesai. Selain menggunakan dana APBD, ada juga dana Bangub dan DAU (Dana Alokasi Umum).
Jembatan dengan panjang 60 M dan lebar 4 M ini lanjut bupati, memang masuk sekala prioritas karena jembatan gantung yang ada sering terendam banjir.












