PALEMBANG, SUMEKS.CO – Mixue Ice Cream & Tea, membuka cabang di Jl Kolonel H Burlian Km 9, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Sebelumnya, Mixue Ice Cream & Tea sudah hadir di Palembang Square eXtension (PSx) dan Trade Center (PTC) Palembang.
Gerai di Km 9 merupakan cabang ketiga di Kota Palembang, yang dibuka sejak dua bulan lalu.
Ice Cream Mixue dibandrol mulai Rp8.000 dan varian termurah dari teh dijual dengan harga Rp10.000.
Mixue Ice Cream memiliki ciri khas baluran susu yang berlimpah, sehingga sensasi rasanya lebih enak.
Untuk teh, yang ditawarkan yakni teh dengan berbagai topping. Namun ada juga minuman non-teh seperti Peach Oolong Teh, dengan rasa buah persik didalamnya.
Mixue Ice Cream & Tea, Km 9 buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 22.00 Wib. Pelanggan juga dapat memesan ice cream melalui jasa antar makanan atau gofood.
Sejarah Mixue Ice Cream & Tea
Mixue Ice Cream & Tea merupakan perusahaan waralaba yang menjual es krim soft serve dan minuman teh asal Zhengzhou, Henan, dan Tiongkok.
Usianya sudah cukup tua, didirikan pada tahun 1997. Mixue memiliki banyak gerai di Vietnam dan hadir di Indonesia sejak tahun 2020.
Gerai pertama Mixue Ice Cream di Indonesia hadir di Cihampelas Walk, Kota Bandung.
Band ini didirikan oleh Zhang Hongchao, mahasiswa tingkat akhir Universitas Henan. Saat itu Zhang Hongchao bekerja part time di sebuah toko minuman. Lalu terbesit di benaknya sebuah ide bisnis minuman.
Zhang tak memiliki modal untuk mewujudkan idenya tersebut hingga akhirnya persoalan itu diketahui oleh sang nenek. Sang nenek meminjamkan Zhang tabungannya sebesar 4.000 yuan atau sekitar Rp9 juta.
Zhang langsung membuka bisnis yang diberi nama Cold stream shaved ice. Menjual empat produk utama, yakni es krim, es serut, smoothie dan teh susu.
Karena keterbatasan modal, Zhang menyimpan seluruh produknya dalam satu lemari pendingin.
Mesin es serut pertamanya merupakan hasil rakitannya sendiri. Meski demikian, bisnis pertamanya itu berhasil meraup penghasilan lebih dari 100 yuan atau lebih dari Rp200 ribu per hari.
Usaha Zhang mengalami kendala saat datangnya musim dingin. Usaha es krim dan minumannya mengalami penurunan omzet dibandingkan dengan musim panas.
Setahun kemudian, Zhang Hongchao kembali membuka toko es miliknya. Kali ini toko tersebut diberi nama Mixue Bingcheng yang berarti “kastil es yang dibuat dengan salju manis”.
Namun bisnisnya sempat terguncang pada tahun 2006 silam ketika harga es krim di China mengalami kenaikan hingga 10 kali lipat.
Zhang tak patah semangat dan terus mempelajari cara membuat es krim sendiri agar harga yang dijual dapat lebih murah dari kompetitor.
Berdasarkan perhitungan harga jual, Zhang menjual es krimnya dengan harga 2 yuan atau sekitar Rp4.500.
Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan kompetitor yang menjual sekitar 10 yuan atau Rp 22.500.
Dari keuntungan yang diraih, pada tahun 2006 Zhang membuka hak franchise atau waralaba. Akhirnya pada saat itu gerai Mixue menjamur di Provinsi Henan, hingga 2018, memiliki 180 gerai.
Pada 2019, jumlah toko Mixue Bingcheng melebihi 7.000. Angka itu terus berkembang hingga Juni 2020 mencapai lebih dari 10.000.
Per 1 Oktober 2021, jumlah toko Mixue Bingcheng telah melampaui 20.000, jauh melebihi jumlah toko perusahaan sejenisnya.












