Warga Koja Terpaksa Bergadang demi Dapat Air Bersih: Harusnya Istirahat, Malah Tunggu Air Mengalir…

Rafli menuturkan, tetangganya bahkan pernah terpaksa mandi pagi di sekolah tempatnya bekerja karena telat menyalakan keran air pada waktu tersebut.

Rafli bersama tetangga lain yang merasakan hal serupa, tak jarang membeli air bersih di masjid dekat rumah.

“Kalau saya karena memang malam hari pun air enggak menyala, mau enggak mau ambil air di masjid pakai gerobak. Ada juga yang akhirnya bayar bulanan untuk nyelang air di masjid tersebut,” tutur dia.

Bacaan Lainnya

Selama ini, warga juga berupaya melaporkan kendala penyaluran air tersebut ke PT Aetra Air Jakarta. Perusahaan itu kemudian memberi solusi dengan mendistribusikan air bersih dari tangki.

Air sebanyak 5.000 liter sampai 7.000 liter tersebut didistribusikan setiap kali ada keluhan warga. Air disuplai langsung ke wadah penyimpanan milik warga.

“Kalau ada datang tangki air dari Aetra, warga gotong-royong ngambil untuk pemakaiannya masing-masing,” terang Rafli.

Adapun PT Aetra Air Jakarta sudah mengebor dan membongkar pipa air. Kendati begitu, hingga hari ini belum ada perubahan yang dirasakan warga.

Berdasarkan informasi yang diketahui Rafli, permasalahan air juga dirasakan warga di beberapa RT lain, tepatnya di wilayah yang berseberangan dengan rumahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *