Dia menambahkan, masyarakat dapat melakukan kegiatan berwisata dengan jarak tempuh yang lebih pendek, ekspor maupun impor barang.
Terutama pangan sehingga mendukung ketahanan pangan dan terjaganya inflasi dengan harapan mampu mendongkrak daya saing produk lokal.
“Pembangunan jembatan ini tidak hanya sekedar pembangunan infrastruktur saja. Namun, akan memberi harapan berupa manfaat untuk mengurangi disparitas atau ketimpangan baik secara ekonomi maupun sosial,” ujarnya.
“Yang tujuan akhir dari pembangunan tersebut adalah pemerataan hasil pembangunan melalui peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Diidentikkan dengan pendapatan, pendidikan dan kesehatan masyarakat,” lanjutnya.
Ia menambahkan, dengan pembangunan konektivitas ini maka diharapkan akan terjadi kemudahan dan kelancaran mobilitas rakyat dalam bekerja dan berusaha, juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Peluang yang harus ditangkap oleh masyarakat Bangka Belitung adalah bagaimana memanfaatkan akses tersebut untuk kegiatan-kegiatan yang bernilai ekonomis. Seperti kemudahan memperoleh bahan baku bagi usahanya, kemudahan akses menjual produk-produk usaha, kemudahan kses pendidikan dan kesehatan,” terangnya.
Selain itu, sektor yang akan merasakan dampak dari pembanguanan jembatan ini di antaranya adalah pariwisata, transportasi dan pergudangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan dan tidak menutup kemungkinan sektor lainnya.
“Manfaat lain dari pembangunan jembatan ini adalah adanya kemajuan yang pesat bagi kedua wilayah. Memperlancar urat nadi yang menjadi ciri khas masing-masing daerah yang dikenal banyak orang karena terbukanya jalur transportasi dan komunikasi,” jelasnya.
Dikatakanya, manfaat tersebut akan bergulir memberi dampak ekonomi karena akan terbentuknya keramaian arus kendaraan, pertumbuhan angkutan barang. Maupun orang melalui jalur darat, diyakini akan meningkat signifikan dan daya saing ekonomi antar daerah akan tumbuh.












