Apa Saja Keuntungannya?
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Azwari Helmi mengatakan, apabila dibangun jembatan Bahtera menjadi alternatif untuk menjadikan murahnya harga barang-barang kebutuhan pokok di Babel.
“Karena kita ini daerah kepulauan, selalu ketergantung dengan daerah luar. Dari mulai beras, gula, kopi dan lainnya. Tetapi apabila ada jembatan Bahtera mereka bisa langsung melalui jalur darat. Termasuk dari kita, artinya bukan hanya dari luar ke Babel. Tetapi dari Babel ke luar juga bisa,” kata Azwari Helmi kepada Bangkapos.com, Rabu (13/7/2022).
Termasuk, kata Helmi apabila masyarakat Babel yang ingin menjual TBS kelapa sawit dan barang pokok lainya langsung dapat dilakukan ke Provinsi Sumatera Selatan.
“Sudah ada jembatan jual buah sawit dapat ke Palembang, karena di dalam Babel ini dijual murah. Siapa tahu dijual ke luar Babel menjadi lebih mahal. Jadi sudah selayaknya jembatan itu dibangun. Kita dari DPRD jelas mendukung,” kata Politikus PPP ini.
Helmi juga menyampaikan, untuk tindak lanjut jembatan tersebut saat ini sedang dilakukan proses di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Kita sudah ke Bappenas proyek itu dilanjutkan, tetapi untuk 2024 tidak selesai, belum. Prosesnya masih berjalan, karena banyak sekali pembebasan lahan dilakukan dan lainya masih banyak dilakukan,” terangnya.
Ia meyakini, apabila jembatan Bahtera jadi dibangun akan berdampak besar untuk pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung.
“Babel akan tumbuh perekonomiannya, kita tidak lagi seperti terisolir, karena tranportasi darat ke daerah Sumsel lancar,” katanya.
Rencana pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya, menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Bangka Belitung dianggap memiliki potensi peningkatan perekonomian di dua daerah ini.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani, memberikan pandanganya, mengenai pembangunan infrastruktur jembatan Bahtera dikatakanya begitu penting.
Karena bakal menghubungkan antar daerah maupun antar pulau, terlebih karena Bangka Belitung adalah wilayah kepulauan.
“Kedua provinsi tersebut masing-masing memiliki potensi untuk mengembangkan ekonominya dengan terbangunnya Jembatan Bahtera. Maka konektivitas antar kedua wilayah tersebut memiliki alternatif dengan harapan jalur lalu lintas di antara kedua wilayah menjadi lebih lancar,” kata Devi Valeriani.












