LAHAT- Kabar meninggalnya Mantan Bupati Lahat, Drs Harunata MM, mengejutkan warga di Kabupaten Lahat.
Bupati Lahat periode 1998-2003 dan 2003-2008 dikenal sosok yang dikenal tegas, sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Almarhum Drs Harunata MM, juga dikenal sebagai bapak Honorer lantaran di era ia menjabat sebagai Bupati Lahat karena banyak honorer yang diangkat menjadi ASN bahkan terbanyak di Sumsel kala itu.
“Almarhum sosok yang punya nilai sosial tinggi. Ia kerap membantu warga yang kesulitan. Beliau juga sederhana dan tegas. Bahkan kalau almarhum marah pegawai sangat senang, “cerita Hery Kurniawan, mantan ajudan Drs Harunata MM saat menjabat sebagai Bupati Lahat.
Dikatakan Hery, saat kita salah atau lalai dalam menjankan tugas maka beliau akan mengingatkan dengan tegas seperti orang marah.
Tapi setelah marah, almarhum langsung mencair dan melupakan kemarahanya.
Tak hanya itu, setelah marah biasanya almarhum akan memberikan sesuatu kepada pegawai yang dimarahinya seperti uang.
“Kalau Pol PP misal yang dimarah sudah dimarah dikasih uang oleh almarhum. Terus almarhum biasanya langsung memberikan motivasi. Kalau saya menganggapnya dia bukan marah tapi tegas. Kalaupun dianggap marah. Marah beliau marah sayang, “ujar Hery, yang saat ini menjabat sebagai Plt Kasat Pol PP Pemkab Lahat.
Diceritakan Hery, saat itu almarhum ingin makan pempek.
Sebagai ajudan kala itu ia bersama staf lainya membeli pempek yang sudah cukup ternama di Lahat.
Saat pempek di berikan ke almarhum, almarhum menolak dan tidak mau memakannya dan diberikan kepada staf.
“Jadi almarhum meminta kami membeli pempek yang dijual oleh salah satu warga menggunakan sepeda yang memang kerap dibeli almarhum. Nah, saat itu kami kebingungan mencari penjual pempek yang pakai sepeda tersebut, “kenang Hery.
Setelah keliling akhirnya ketemula si penjual pempek tersebut.
Selain sudah berlanganan dan almarhum merasa pempek yang dijuak enak, beliau ingin membantu pedagang kecil.
“Waktu belum ketemu kami bingung. Syukur ketemu. Dan pas kami berikan pempek ke almarhum, almarhum sangat senang dan mengajak kami makan pempek bersama sama, “ujarnya.
Lantaran saat almarhum menjabat honorer banyak diangkat. Bahkan, kata Iksan mungkin kala itu pengangkatan honorer terbanyak di Indonesia.
“Beliau itu sangat cinta Lahat. Kalau obrol sehari hari pakai bahasa Lahat meski beliau lama di Jakarta dan menghabiskan masa kerja di Ke Kemendagri. Kalau makan almarhum selalu ingin masakan Lahat dan gak pakai sendok. Lahat banget orangnya. Dan betul kalau marah sangat dinanti karena setelah marah biasanya diberikan sesuatu kalau honorer atau staf biasa habis dimarah dikasih uang. Marahnya juga untuk kebaikan, “sampainya.
Kenangan juga dirasa mantan Bupati Lahat, H Solihin Daud. Bagi Solihin Daud, sosok Harunata tidak saja penerus baginya sebagai Bupati Lahat.
Namun, ia sudah menganggapnya adik dan sahabat. Dimata Solihin Daud, Harunata merupakan sosok pejabat yang demokratis, pemurah dan baik hati.
Diungkapkanya, pasca sama sama tidak lagi menjabat Bupati Lahat, ia dan almarhum masih sering berkomunikasi. Bahkan, saat ia ke Jakarta sering bertemu dengan almarhum.
Sementara, Mantan Bupati Lahat, Drs Harunata MM meninggal dunia Jumat (20/1/2023) sekira pukuk 16.35 wib di kediamanya di Bintara Bekasi. Almarhum akan dimakamkan Sabtu (21/1/2023) ba’da waktu salat Suhur di Sandiago hills Karawang Jawa Barat
Untuk diketahui, Drs Harunata MM menjabat Bupati Lahat selama 10 tahun terhitung sejak 1998 hingga 2003 dan 2003-2008.
Drs Harunata MM sendiri merupakan putra daerah asal Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, kelahiran Kelahiran 28 juli 1953.












