Adapun Rohani yang dimaksud adalah kerabat keluarga Yosua, Rohani Simanjuntak.
Sanggah kemudian mematikan telepon itu karena sang penelepon tak mau menyampaikan identitasnya.
Beberapa menit berselang, ia mendapatkan telepon lagi. Suara itu menekankan lagi agar pihak keluarga tak banyak bicara pada media.
Kali ini, disertai gertakan. “Pastikan ya Bu, demi keamanan keluarga,” tutur penelepon misterius itu.
Setelah mematikan sambungan telepon tersebut, Sanggah kembali ditelepon untuk ketiga kalinya.
“Pastikan Rohani tidak bicara di media,” kata penelepon.
Sanggah lalu merasa bahwa ada yang janggal dalam kematian Brigadir J.
Ia sempat khawatir tak ada pihak yang mau membantu keluarganya mencari keadilan karena yang dihadapi adalah Ferdy Sambo, polisi berpangkat jenderal bintang dua.
Akan tetapi, Sanggah akhirnya bertekad untuk memperjuangkan keadilan di balik kematian Brigadir J.
Tekad itu yang membuat Sanggah memberanikan diri menghubungi Kamaruddin Simanjuntak yang kini jadi pengacara keluarga Brigadir J.
Baca Juga : Denmark Open Minta Maaf, Netizen Keberatan Salah Sebut Negara












