KAYUAGUNG, SUMEKS.CO – Viralnya pantai kerikil atau pulau kerikil di Desa Sepang, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), membuat ratusan masyarakat mendatangi lokasi tersebut. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat berkunjung ke pantai kerikil, personel Polsek Pampangan melakukan pengamanan dengan patroli di sekitar lokasi.
“Tadi sore anggota kita bersama bersama tim tripika pam, patroli serta monitoring situasi di lokasi,” kata Kapolres OKI AKBP Dili Yanto SH MH melalui Kapolsek Pampangan AKP Jonson SH.
Dijelaskan Kapolsek, sejak viral di media sosial pantai kerikil ini tidak pernah sepi setiap harinya. Khususnya hari Sabtu dan Minggu, dimana pengunjung mencapai 1.000 orang hingga lebih.
Untuk itu, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan atau merugikan masyarakat, dilakukan patroli pengamanan karena ini menyangkut keramaian.
“Seperti hari ini walaupun Senin tapi libur karena cuti bersama Hari Raya Imlek, maka pengunjung juga ramai,” ujarnya Senin 23 Januari 2023.
Dikatakan Kapolsek, Sabtu dan Minggu juga ramai pengunjung, apalagi lokasi ini banyak masyarakat yang baru mengetahuinya hingga ramai mulai siang hingga sore hari.
Salah satu warga Desa Sepang, Indra menjelaskan, lokasi itu disebut Pantai Kerikil karena memang ada kerikilnya. Sebenarnya lokasi itu adalah hamparan rawa-rawa atau lebak tempat keseharian kerbau mandi. Lanjutnya, hamparan lebak itu memang sangat luas sejauh mata memandang. Awalnya lokasi itu sering dijadikan muda-mudi untuk bersantai atau pacaran, lalu sering foto-foto.
Rupanya, foto-fotonya viral di media sosial dengan memperlihatkan pemandangan lebak yang cukup indah. Sehingga membuat masyarakat penasaran untuk kesana. Akhirnya, lokasi lebak tempat kerbau bermain-main menjadi ramai setiap harinya, khususnya sore hari dijadikan tempat spot berfoto selfie.
“Kalau keberadaan pantai kerikil ini sudah dari sebulan lalu sering ramai orang kesana. Tapi kalau baru bulan ini yang sangat ramai dan viral,” jelasnya, kepada SUMEKS.CO.
Diceritakan Indra, karena viral lokasi jadi bukan hanya warga Desa Sepang saja yang ke sana melainkan masyarakat dari Desa Kecamatan lainnya juga.
Masih kata dia, karena terus ramai masyarakat yang datang, sehingga oleh warga setempat untuk masuk ke lokasi bagi pengunjung harus membayar Rp 2.000 per orang.
Kemudian, warga juga menyediakan speed boat dan perahu getek bagi pengunjung yang ingin naik berkeliling pantai kerikil. Untuk tarifnya satu orang sebesar Rp5.000 untuk naik perahu ketek dengan kapasitas penumpang sebanyak lima orang. Lalu untuk sewa speed boat sebesar Rp100 ribu dengan kapasitas penumpang sebanyak tujuh orang. Saat ini warga menyiapkan sebanyak 10 perahu getek dan satu unit speed boat.
“Selain berkeliling menyusuri rawa dengan perahu dan speed boat, pengunjung juga bisa bermain air karena rawanya dangkal dan ada kerikil termasuk berfoto dengan suasana rawa,” ungkapnya.
Diterangkan Indra, karena terus ramai pengunjung terutama Sabtu dan Minggu, sehingga lokasi di sana banyak warga yang berjualan makanan dan minuman. Jadi menambah pendapatan warga setempat.
“Rawa lebak Sepang ini pengunjung juga bisa melihat puluhan kerbau di sana. Kami warga senang karena lokasi rawa ini rami bisa berdagang,” ujarnya.
Dia menambahkan, di sekitar itu karena merupakan tempat keseharian kerbau jadi masih ada bangsa atau landing kandang kerbau. Sangat berharap lokasi pantai kerikil bisa dikelola oleh pemerintah. Sehingga dengan begitu menjadi objek wisata Desa untuk dikunjungi. Jadi membuat Desa menjadi ramai dan menambah pendapatan masyarakat Desa dengan cara berdagang dan lainnya.












