Hanyut Saat Mandi di Sungai, Al Rasydi Bocah Lubuklinggau Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut di Kayu

LUBUKLINGGAU – Malang nasib bocah bernama Al Rasydi (8) warga Jalan Sepakat I RT 4, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Siswa SD ini tewas usai hanyut di Sungai Kelingi ketika tengah mandi bersama empat temannya.

Staf Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau, Rico menyampaikan berdasarkan keterangan Gusti mereka berangkat pamit sekira pukul 05.30 Wib dengan orang tua mereka.

“Saat itu korban (Al) pamit untuk CFD (car free day), setelah itu korban mengajak membeli bola di pasar satelit,” ungkap Rico menirukan cerita Gusti.

Setelah membeli bola korban mengajak mandi Gusti dan tiga temannya mandi di sungai Kelingi, pada saat mandi di sungai Kelingi, korban terbawa arus sungai.

“Atas kejadian itu teman-temannya melaporkan kejadian itu ke orang tua korban, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kemudian salah seorang warga memberitahu DPKPB Lubuklinggau ada anak hanyut di sungai Kelingi, pihaknya pun langsung turun ke lapangan.

“Hasilnya setelah melakukan pantauan dengan kondisi di kayu-kayu. Korban berhasil ditemukan tersangkut di kayu-kayu oleh masyarakat dan tim dari DPKPB dalam keadaan sudah meninggal,” ujarnya.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban sempat dibawa ke RS Ar Bunda untuk dilakukan pemeriksaan.

“Setelah itu, kita koordinasi dengan instansi terkait, Bhabinkamtibmas,Tagana,lurah,RT untuk melakukan peninjauan TKP dan mengantar jenazah ke rumah duka,” ungkapnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *