Dilansir dari Britannica, Kamis (22/12/2022), penggunaan pohon dan wreath merupakan lambang kehidupan yang abadi.
Tidak hanya itu, masyarakat zaman dahulu menggantung dahan pohon di pintu dan jendela mereka. Dilansir dari History, Kamis (22/12/2022), tradisi tersebut diyakini bisa mengusir penyakit, roh jahat, dan hantu.
Ada pula kepercayaan bahwa sang dewa, yang dilambangkan oleh matahari, tengah “sakit” dan “lemah” sehingga musim dingin muncul setiap tahun.
Masyarakat pada zaman dahulu pun merayakan momen titik balik balik matahari musim dingin (winter solstice), yang jatuh pada 21-22 Desember, dengan harapan agar sang dewa “sembuh”.
Dahan pohon yang daunnya hijau sepanjang tahun mengingatkan mereka akan tanaman hijau yang tumbuh ketika kondisi sang dewa “membaik” dan musim panas.
Pohon Natal diyakini berawal dari Jerman

Jerman sering disebut sebagai negara sumber pohon Natal, tepatnya di wilayah Alsac pada abad ke-16. Wilayah tersebut kemudian menjadi bagian dari Perancis.
Pada tahun 1539, pohon Natal ditanam di Strasbourg Cathedral (Katedral Strasbourg). Tradisi itu pun menjadi populer, bahkan sempat ada larangan menebang pohon untuk Natal pada tahun 1554.












