Aturan Baru BBM Subsidi segera Berlaku, Ini Harga Terbaru Pertalite Per 29 Desember 2022

Menjelang tahun baru, belum ada perubahan kembali pada harga BBM Pertamina maupun BBM milik usaha swasta. PT Vivo Energy Indonesia sebelumnya sudah menurunkan harga 2 jenis BBM di SPBU miliknya. Jenis BBM milik PT Vivo yang turun yakni Revvo 90 dan Revvo 92.Revvo 90 setara Pertalite dijual Rp12.000 per liter. Sedangkan Revvo 92 setara Pertamax dijual Rp14.000 per liter.

Beruntungnya harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tetap stabil. Diketahui harga jual Pertalite hari ini Rp10.000,00 per liter. Dengan penjualan BBM Solar Rp6.800,00 per liter atau hampir menyentuh angka Rp7.000/liter.  Beberapa jenis BBM Non Subsidi yang mengalami kenaikan adalah Pertamax Dex naik dari Rp13.000 per liter jadi Rp13.300 per liter.

Jenis Pertamax Turbo naik menjadi Rp15.200 per liter dari harga awal Rp14.300 per liter.  Terakhir, jenis Pertamina Dex harga jual saat ini mencapai Rp18.300 per liter. Kenaikan ini bukan tanpa sebab, berdasarkan keterangan Pertamina  pada 30 November (Rabu malam)  BBM melakukan penyetaraan harga.

PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga BBM Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU.   Sementara itu, pada saat Harga BBM Pertamina mulai naik. Justru berkebalikan harga BBM turun berlaku pada BBM milik badan usaha swasta penyedia. Harga ini diberlakukan setelah evaluasi harga edar BBM di seluruh SPBU Indonesia.

Harga BBM mulai turun disini yakni dari harga BBM PT Vivo Energy Indonesia. Diantaranya Revvo 90 dan Revvo 92. Kemudian, BBM Revvo 92 yang setara Pertamax milik PT. Pertamina Persero. Penurunan harga BBM Vivo yang merupakan badan usaha swasta secara rinci yakni BBM Revvo turun Rp600,00 per liter,  Revvo 92 turun Rp140,00 per liter. Sedangkan BBM jenis Revvo 95 naik sebanyak Rp440 rupiah per liter.

Selain itu, Pemerintah juga akan mengeluarkan aturan baru BBM subsidi untuk mengatur penjualan Solar dan Pertalite. Pemerintah ingin berikan jaminan kepada masyarakat ekonomi rendah agar mudah dapatkan BBM Subsidi. Untuk mewujudkan itu harus ada aturan baru BBM sebagai regulasinya. Dalam mewujudkan aturan baru BBM subsidi itu Kementerian ESDM sedang menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

Aturan baru BBM subsidi itu bakal tuntas tahun 2023 dan akan langsung diberlakukan. Pemberlakuan aturan baru BBM Subsidi itu berkaitan dengan aplikasi Mypertamina. Dimana jual beli Solar dan Pertalite subsidi akan dilakukan lewat aplikasi Mypertamina.

Dalam aplikasi Mypertamina hanya pengguna kendaraan roda empat dan roda dua sudah terdaftar saja yang dapat beli solar dan pertalite. Aplikasi Mypertamina akan menentukan masyarakat ekonomi rendah sebagai pembeli BBM subsidi dengan mempertimbangkan spesifikasi kendaraan.

Pembatasan cubicle centimeter (CC) digadang menjadi patokan dalam menentukan dapat membeli Pertalite dan Solar subsidi atau tidak. Oleh sebab itu selama dalam pembahasan maka pertimbangan pemerintah terkait CC kendaraan dan kriteria lain akan jadi fokus utama. Sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Harus ada kejelasan kriteria kendaraan apa saja yang dilarang atau diperbolehkan gunakan Pertalite dan Solar subsidi. Selain itu, keputusan itu tidak menimbulkan dampak sosial lain. Intinya kendaraan yang dilarang beli solar dan pertalite adalah mobil dan motor yang mahal-mahal. Kalau mobil umum tentu harus dibantu apalagi untuk kegiatan masyarakat.

Intinya yang dilarang gunakan Pertalite dan Solar adalah milik orang yang mampu,” ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada CNBCIndonesia di Kantor Kementerian ESDM sebagaimana dilansir sumeks,co, Sabtu 24 Desember 2022.

Kehebohan muncul ketika spesifikasi kendaraan yang dilarang isi Pertalite menyasar di atas 1.400 cubicle centimeter (cc), dan motor di atas 250 cc. Walaupun keputusan itu belum final karena masih dalam pembahasan. Arifin Tasrif menegaskan aturan baru dibuat supaya ada pengaturan penggunaan BBM subsidi berupa Pertalite dan Solar subsidi agar tepat sasaran.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyampaikan ke depan harus ada pengaturan penggunaan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi agar tepat sasaran.

Sementara itu PT Pertamina Patra Niaga mencatat, konsumen yang mendaftarkan kendaraan di MyPertamina sebagai pengguna BBM Pertalite dan Solar Subsidi itu sudah mencapai 3,2 juta unit kendaraan.

Secretary Corporate Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengungkapkan jumlah tersebut khusus untuk kendaraan roda empat.

“BBM masih sekitar 3,2 juta kendaraan yang terdaftar (MyPertamina). Hanya roda empat. Dua belum,” kata Irto.

Pemerintah telah menetapakn 3 jenis bahan bakar minyak (BBM) dilarang beredar.

Tiga jenis yakni BBM RON 87, BBM RON 88, dan BBM RON 89 dilarang beredar.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Saleh Abdurrahman membenarkan info dilarangnya penjualan jenis BBM RON dibawah 90 itu.

”Mulai 2023 hanya RON 90 ke atas yang boleh beredar. Intinya itu, di bawah itu mau 87, 88, 89 itu sudah nggak bisa beredar,” ujar Saleh Abdurrahman. Selasa, 25 Oktober 2022 lalu.

Alasan penghapusan BBM RON dibawah 90 itu guna meminimalisir kemungkinan kerusakan pada mesin kendaraan.

Peniadaan 3 jenis BBM tersebut untuk mendukung program buangan esmisi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Setelah aturan baru BBM dirilis 3 dan jenis BBM dilarang jual berlaku mulai 1 Januari 2023.

Berikut daftar harga BBM Pertamina seluruh Indonesia per 29 Desember 2022:

Provinsi Aceh

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp13.900

Pertamax Turbo Rp15.200

Dexlite Rp18.300

Pertamina Dex Rp18.800

Free Trade Zone Sabang

Dexlite Rp 18.300

Sumatera Utara

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.200

Pertamax Turbo Rp15.500

Dexlite Rp18.650

Pertamina Dex Rp19.200

Provinsi Sumatera Barat

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.200

Pertamax Turbo Rp15.500

Dexlite Rp18.650

Pertamina Dex Rp19.200

Provinsi Riau

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.50

Pertamax Turbo Rp15.800

Dexlite Rp19.000

Pertamina Dex Rp19.600

Provinsi Kepulauan Riau

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.500

Pertamax Turbo Rp15.800

Dexlite Rp19.000

Pertamina Dex Rp19.600

Free Trade Zone (FTZ) Batam

Pertamax Rp 14.500

Pertamax Turbo Rp 15.800

Dexlite Rp 19.000

Pertamina Dex Rp 19.600

Provinsi Jambi

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.500

Pertamax Turbo Rp15.500

Dexlite Rp18.650

Pertamina Dex Rp19.200

Provinsi Bengkulu

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.500

Pertamax Turbo Rp15.800

Dexlite Rp19.000

Pertamina Dex Rp19.600

Provinsi Sumatera Selatan

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.200

Pertamax Turbo Rp15.500

Dexlite Rp18.650

Pertamina Dex Rp19.200

Provinsi Bangka Belitung

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.200

Pertamax Turbo Rp15.500

Dexlite Rp18.650

Pertamina Dex Rp19.200

Provinsi Lampung

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp14.200

Pertamax Turbo Rp15.500

Dexlite Rp18.650

Pertamina Dex Rp19.200

Provinsi DKI Jakarta

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp13.900

Pertamax Turbo Rp15.200

Dexlite Rp18.300

Pertamina Dex Rp18.800

Provinsi Banten

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp13.900

Pertamax Turbo Rp15.200

Dexlite Rp18.300

Pertamina Dex Rp18.800

Provinsi Jawa Barat

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp13.900

Pertamax Turbo Rp15.200

Dexlite Rp18.300

Pertamina Dex Rp18.800

 

Provinsi Jawa Tengah

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp13.900

Pertamax Turbo Rp15.200

Dexlite Rp18.300

Pertamina Dex Rp18.800

Provinsi DI Yogyakarta

Solar Rp6.800

Pertalite Rp10.000

Pertamax Rp13.900

Pertamax Turbo Rp15.200

Dexlite Rp18.300

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *