Sidang Kasus Korupsi Penyertaan Modal BUMD Pemkab Muara Enim, Jaksa Hadirkan HZ Sebagai Saksi

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Direktur Perusahaan Daerah Saranan Pembangunan Muara Enim (PD SPME), Novriansyah Regan jalani sidang pemeriksaan perkara kasus dugaan korupsi penyertaan modal tahun 2021 di Pengadilan Tipikor PN Palembang Kamis 1 Februari 2024.

Dalam agenda sidang korupsi yang merugikan keuangan negara Rp700 juta ini, jaksa Kejari Muara Enim hadirkan 8 orang saksi di hadapan majelis hakim diketuai Masriati SH MH.

Sebanyak 8 orang saksi yang dihadirkan terdiri dari lima orang Dewan Pengawas (Dewas) BUMD PD SPME, dan tiga dari pihak swasta.

Dari 8 orang saksi yang dihadirkan jaksa Kejari Muara Enim, ada nama Hendri Zainuddin (HZ) yang turut dijadikan saksi di persidangan.

Di persidangan, mantan Ketua Umum  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel ini akan memberikan keterangan sebagai ketua Dewan Pengawas PD SPME.

Selain (HZ), turut dihadirkan sebagai saksi sejumlah nama lainnya yakni mantan pejabat dari kabupaten Muara Enim.

Diantaranya, mantan asisten II Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Muara Enim Riswandar, lalu Trihadi Pranyoto mantan Kabag Ekonomi Pemkab Muara Enim, dan mantan Plt Kabag Kesra Muara Enim Bobi Andriansyah.

Ketiga nama mantan pejabat tersebut di atas, diketahui adalah sebagai sekretariat dewan pengawas PD SPME tahun 2021.

Kemudian, empat saksi dari pihak swasta yang menjadi Dewan Pengawas PD SPME yakni Firmansyah, Tahta Amrillah dan Solehun serta ASN Kabag Hukum Setda Muara Enim Ratna Puri Prahmawati.

Dihadirkannya 8 saksi oleh Jaksa Kejari Muara Enim, menurut jaksa di persidangan guna mengungkap ada tidaknya pemberitahuan direksi PD SPME tentang adanya kegiatan pembangunan developer.

Khususnya pemberitahuan kepada Dewas dan sekretaris dewas yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan.

Fakta menarik dari perkara ini, terdakwa Novriansyah Regan juga merupakan salah satu dari enam orang tersangka kasus pemenuhan kewajiban pajak yang saat ini sedang diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Sementara kasus yang sedang dalam proses persidangan, terdakwa Noviansah Regan disangkakan melakukan tindak pidana korupsi.

Tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa Noviansah Regan ini sebagaimana dakwaan jaksa Kejari Muara Enim berupa penyertaan modal.

Penyertaan modal yang dimaksudkan yakni, terdakwa diduga telah memberikan modal kepada PT Satu Cita Mulia yang bergerak di bidang pembangunan perumahan (Developer) pada tahun 2021.

Bahwa menurut dakwaan jaksa, diduga terdakwa telah dalam penyertaan modal pada PT Satu Cita Mulia ini tanpa persetujuan pihak Dewan Pengawas serta Bupati Muara Enim saat itu.

Selain tidak ada persetujuan dari Dewan Pengawas dan Bupati Muara Enim, penyertaan modal tersebut tidak tercatat dalam laporan keuangan PD SPME.

Sehingga, menurut audit Inspektorat perbuatan tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp700 juta.

Untuk itu, terdakwa Noviansah Regan didakwa Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Ayat (1) Huruf B  Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Ri Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pos terkait