Tapi dengan tetap menjalankan sistem promosi dan degradasi. “Kami tentu pihak yang kecewa dengan keputusan PSSI dan PT LIB yang menghentikan kompetisi dengan sejumlah alasan yang diajukan,” tegasnya.
Menurutnya, jangan hanya liga 2 berlanjut saja namun jelas sistem yang akan digunakan apakah bubble atau sistem kandang tandang.
Sementara itu, Direktur Teknik SFC, Indrayadi yang dikonfirmasi Sumeks mengatakan, ketidakhadiran Sriwijaya FC karena masih melihat perkembangan terkait dengan keberlanjutan liga 2.
“Kita memang tidak hadir dalam owner meeting itu, kita masih wait and see (menunggu dan melihat) perkembangan apa sih yang terjadi sebenarnya,” katanya, Rabu 25 Januari 2023.
Sebab, kata Indrayadi, proses jalannya lagi Liga 2 baru sebatas owner meeting yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Jadi, belum ada keputusan resmi dari PSSI. Nanti, baru akan digulirkan lagi rapat lanjutan setelah ini, yaitu exco PSSI.
“Jika liga dua benar-benar dilanjutkan lagi pada 24 Februari setelah rapat exco PSSI dan owner meeting, maka mau tidak mau SFC harus siap,” katanya.












