SUMEKS.CO – Lemang merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan, dimasak menggunakan bambu diatas bara api.
Lemang sangat populer di masyarakat Sumatera Selatan. Biasanya dijadikan sajian saat perayaan keagamaan atapun acara penting lainnya.
Banyaknya permintaan Lemang, dirasakan Merli Merli, penjual Lemang di kawasan simpang jalan poros, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Merli mengatakan, jika hari biasa Lemang buatannya hanya habis sekitar 20 buah. Sedangkan bulan Ramadhan bisa sampai 40 buah, bahkan bisa habis 50 buah.
Permintaan masyarakat akan kudapan yang enak dimakan saat berbuka puasa ini meningkat lipat dua dari hari biasanya.
Untuk membuat Lemang dibutuhkan beras ketan, bambu, daun pisang dan santan kelapa. Proses pembuatanya dimulai dengan mencuci bersih beras ketan.
Siapkan bambu berukuran sedang yang masih agak muda. Lalu masukan daun pisang sebagai pelapis agar ketan tidak lengket di bambu.
Caranya, gulung daun pisang lalu masukan ke dalam bambu. Isikan beras ketan ke dalam bambu secukupnya. Beri santan kelapa dan kemudian bakar sampai matang.
Lemang yang dijual Merli ada dua varian rasa. Yakni original dan manis. Kalau yang original bahannya beras ketan dan santan kelapa. Sedangkan lemang manis, yakni ditambah pisang.
Merli mengaku kebanyakan pembeli dari warga sekitaran Tebing Tinggi saja.
“Saat ramadhan ini, biasanya ada yang pesan untuk dijadikan menu berbuka puasa,”pungkasnya.(*)












