The Weeknd Serang Balik Rolling Stone Soal Berita Serial The Idol

Jakarta, CNN Indonesia — The Weeknd tak tinggal diam saat serialnya, The Idol, diberitakan memiliki lingkungan kerja yang buruk dan ceritanya mengandung konten kekerasan seksual.

Rolling Stone pada Rabu (1/3) merilis laporan yang menyebut bahwa serial yang membahas kultus oleh sekelompok orang yang ingin terkenal itu menjadi “porno soal penyiksaan”.

Bukan hanya itu, sumber Rolling Stone menyebut bahwa proyek itu sempat dirombak dan ditulis ulang sehingga membuat bujet produksi melambung tinggi.

Saat laporan tersebut rilis, The Weeknd rupanya menyadari Rolling Stone memberitakan hal buruk soal serial yang ia produseri. Ia pun membalas dengan potongan adegan serial itu.

Dalam unggahan di media sosial pada Kamis (2/3), penyanyi bernama Abel Tesfaye itu menampilkan adegan karakternya di The Idol, Tedros, bersama dengan Jocelyn, karakter yang diperankan Lily-Rose Depp.

Semula, Dan Levy yang memerankan sosok publisis mengatakan bahwa Rolling Stone mengajukan tawaran wawancara kover terhadap Jocelyn. Ide itu dihempas oleh Tedros.

“Rolling Stone? Bukannya mereka sudah agak tidak relevan?” kata Tedros.

“Itu wawancara kover, dan mereka brand legendaris, kayaknya itu bakal aman-aman saja,” kata publisis.

“Enggak ada yang peduli sama Rolling Stone,” kata Tedros.

Tanpa memerhatikan ucapan publisis itu, Tedros mengatakan “Rolling Stone punya 6 juta follower, separuhnya kayaknya bot. Dan Jocelyn punya 78 juta follower, semuanya tampak riil,”

“Jadi Jocelyn bakal photoshoot, dia menyebut Rolling Stone, kemudian mereka dapat pengikutnya Jocelyn. Banyak uang buat Rolling Stone, tapi enggak ada buat Jocelyn,” kata Tedros.

Unggahan berisi adegan itu kemudian disertakan oleh The Weeknd dengan keterangan yang mencolek Rolling Stone.

“Rolling Stone, apa kami membuat kalian kesal?” kata The Weeknd.

https://www.instagram.com/reel/CpQvI7mLpFq/?utm_source=ig_web_copy_link

Pemimpin redaksi Rolling Stone, Noah Shachtman kemudian membalas unggahan The Weeknd di Twitter. Ia turut menampilkan dua kover majalah musik itu yang berisi wajah The Weeknd.

“Enggak sama sekali,” kata Shachtman.

Dilaporkan Variety, Rabu (1/3) waktu AS, HBO juga merespons laporan Rolling Stone soal The Idol. Jaringan televisi itu membantah bahwa lingkungan kerja serial itu toksik.

The Weeknd tak tinggal diam saat serialnya, The Idol, diberitakan memiliki lingkungan kerja yang buruk dan ceritanya mengandung konten kekerasan seksual.

Dalam laporan Rolling Stone, perubahan naskah The Idol disebut disertai dengan perubahan sutradara dengan Sam Levinson turun tangan merombak semuanya.
“Merobek proyek US$54-75 juta yang nyaris beres demi menulis ulang dan syuting lagi semua adegannya,” tulis Rolling Stone.

Namun menurut Variety, sumber dekat proyek itu mengatakan bahwa hanya episode awal yang digarap dan syuting ulang, bukan keseluruhan episode sehingga anggaran yang membengkak disebut terlalu berlebihan.

Selain itu, Rolling Stone menyebut The Idol mulanya ada adegan yang “mengganggu” berupa Jocelyn yang ketagihan diberikan tindakan kasar oleh Tedros.

“Tesfaye menampar wajah Depp, dan membuat karakternya tersenyum dan meminta dipukul lebih banyak, itu membuat Tesfaye terangsang,” kata sumber Rolling Stone.

“Karakter Tesfaye menolak ‘memerkosa’ karakter Depp, yang membuat karakter Depp merajuk dan memohon untuk diperkosa karena yakin karakter Tesfaye adalah kunci untuk sukses,” kata sumber majalah itu.

Menurut sumber Variety, sumber Rolling Stone tak satupun yang melihat hasil akhir dari syuting tersebut, sehingga pengetahuan mereka masih dalam kerangka pikir yang lama yang disebut The Weeknd “perspektif perempuan”.

Serial The Idol yang akan rilis 2023 mengikuti perjalanan seorang penyanyi pop dan diperankan oleh Lily-Rose Depp, Jocelyn.

Ia dikisahkan akan terlibat dalam hubungan asmara dengan seorang pemimpin sekte modern yang kharismatik dan penuh misteri.

Serial ciptaan The Weeknd bersama dengan kreator Euphoria, Sam Levinson, itu mengalami banyak perubahan dalam beberapa bulan menjelang perilisannya akibat kepergian direktur kreatif Amy Seimetz.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *