Sutradara Komentari Popularitas Till the End of the Moon di Luar China

Jakarta, CNN Indonesia — Sutradara Kok Leung Kuk merespons popularitas drama Till the End of the Moon di China hingga ke luar negeri. Drama tersebut menjadi reuni Luo Yunxi dan Bai Lu setelah Love is Sweet.

Ia meyakini kesuksesan drama tersebut di China dan luar negeri karena unggul dalam plot, pandangan tentang dunia yang unik, serta estetika di dalamnya.

Tak hanya itu, ia juga menilai popularitas Till the End of the Moon dipengaruhi desain serta hubungan antarkarakter, tata rias dan kostum, hingga special effect-nya.

“Kami berharap dapat berbagi estetika unik China melalui konten acara yang luar biasa,” kata Kok Leung Kuk seperti diberitakan Global Times beberapa waktu lalu.

“Sekaligus memungkinkan penonton dari berbagai latar belakang untuk menghargai pesona abadi budaya China.”

Sejak dirilis pada awal April 2023, Till the End of the Moon telah menjadi trending topik di media sosial China dan memicu diskusi tentang penggambaran artistik dari mitologi dan warisan budaya China.

Berdasarkan IMDb, drama China tersebut kini mendapatkan rating 8,7/10 berdasarkan lebih dari 1.300 penilaian yang masuk ke laman tersebut.

Kok Leung Kuk kemudian mengatakan Till the End of the Moon sesungguhnya hanya menampilkan sedikit dari kebudayaan China.

Namun, melihat popularitas drama arahannya itu, ia berharap Till the End of the Moon bisa menjadi titik awal untuk memperkenalkan drama China ke penonton yang lebih luas lagi.

Di sisi lain, desainer seni Till the End of the Moon Luan Hexin pun memastikan untuk mengintegrasikan estetika budaya China dalam kostum, seni dan special effect drama tersebut hingga akhir.

“Pendekatan ini memungkinkan penonton untuk bisa mengapresiasi keindahan seni tradisional Tiongkok dan misteri serta romantisme mitologi China,” tutur Luan Hexin.

Sutradara Till the End of the Moon buka suara mengenai popularitas drama China tersebut di dalam hingga luar negeri.

Till the End of the Moon menceritakan era saat Raja Iblis berkuasa. Ia menghancurkan banyak cultivator yang ada. Cultivator dan pejuang berupaya mengalahkan Raja Iblis.

Namun, mereka kewalahan akibat Raja Iblis itu tiba-tiba muncul setelah sekitar 10.000 tahun hilang. Mereka sama sekali tidak mengetahui latar belakang Raja Iblis baru tersebut.

Oleh sebab itu, mereka menilai perlu mengirim seseorang ke masa lalu untuk mencari tahu asal usul Raja Iblis sehingga mereka bisa mencegah kebangkitannya.

Li Susu (Bai Lu) menerima misi tersebut. Demi menyelamatkan dunia, Susu melakukan perjalanan ke Dinasti Sheng lima ratus tahun yang lalu.

Susu menjadi Ye Xiwu yang fana, putri ketiga Jenderal Ye yang bertemu dan menikah dengan Tantai Jin (Luo Yunxi), pangeran yang nantinya menjadi Raja Iblis dan menghancurkan dunia.

Namun, misi itu menjadi rumit ketika Susu secara perlahan menjadi saksi kehidupan masa lalu Tantai Jin hingga naik kekuasaan.

Drama ini merupakan hasil arahan sutradara Kok Leung Kuk yang sebelumnya menyutradarai Demi Gods & Semi Devil (2003), Legend of the Condor Heroes (2003), hingga The Return of the Condor Heroes (1983).

Sementara itu, Till the End of the Moon merupakan satu dari banyak drama Luo Yunxi dan Bai Lu yang akhirnya mendapatkan jadwal tayang.

Selain ini, drama terbaru Luo Yunxi yang menantikan jadwal tayang adalah Love is Panacea dan Immortality. Sementara itu, drama baru Bai Lu yang belum dapat jadwal tayang adalah Story of Kunning Palace hingga Only for Love.

Till the End of the Moon tayang perdana 6 April dan bisa ditonton di Youku. Namun, drama tersebut juga akan tayang di Netflix pada 12 Mei.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *