Review Drama: The Glory – Part 2

Jakarta, CNN Indonesia — You reap what you sow menjadi inti dari The Glory part 2. Tak peduli berapa lama atau bagaimana itu bisa terjadi, segala sesuatu yang dilakukan di masa lalu akan ‘kembali’ pada masing-masing pribadi.

Hukum tabur tuai tak hanya berlaku bagi lima anggota geng tukang rundung Moon Dong-eun (Song Hye-kyo).

Namun, itu juga berlaku bagi Moon Dong-eun. Perempuan yang sempat bermimpi menjadi arsitek itu kini bisa melihat ‘karya’ yang akhirnya selesai sejak ia bangun 18 tahun lalu.

Park Yeon-jin (Lim Ji-yeon), Jeon Jae-jun (Park Sung-hoon), Son Myeong-o (Kim Gun-woo), Lee Sa-ra (Kim Hi-eora) dan Choi Hye-jeong (Cha Joo-young) pada akhirnya merasakan hal yang sama seperti mereka lakukan ke orang lain di masa lampau.

Semua digambarkan begitu detail lewat penulisan Kim Eun-sook. Hal itu yang membuat saya menggemari pemikiran dan karya-karya sang penulis.

Namun di sisi lain, Kim Eun-sook seperti ingin menampilkan begitu banyak detail dalam delapan episode yang tersedia untuk bagian kedua musim pertama The Glory.

Sehingga, bagian kedua ini terlihat berjalan cepat bahkan terlalu cepat dibandingkan bagian pertama.

Selain itu, bagian kedua juga tak sesadis pertama. Bagian kekerasan toned down pada part 2, baik dalam segi intensitas dan juga bentuk kekerasannya.

Jika bagian pertama lebih banyak menampilkan kekerasan di sekolah, bagian kedua banyak mengeksplorasi kekerasan dalam keluarga yang sama-sama menguras emosi penonton.

The Glory Song Hye-kyo as Moon Dong-eun in The Glory Cr. Graphyoda/Netflix © 2023

Secara pribadi, saya merasa ibu Moon Dong-eun, Jeong Mi-hee (Park Ji-a) menjadi pemenang karakter paling menyebalkan untuk The Glory part 2, mengalahkan Park Yeon-jin dan Lee Seok-jae (Ryu Sung-hyun).

Karakter ibu Moon Dong-eun memang tak tampil sebanyak Park Yeon-jin. Namun, ketika ia muncul emosi saya sebagai penonton langsung terpantik.

Sosok ibu yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak sama sekali tak ditemukan dalam Jeong Mi-hee. Ia malah menjadi pelaku kekerasan pertama kepada anak perempuannya. She’s simply an evil violent criminal.

Lewat Jeong Mi-hee pula penonton ditampilkan kekerasan tak selalu dalam bentuk fisik, tapi juga lewat verbal yang berpengaruh kepada kondisi psikologis orang lain hingga merasa terteror dan trauma.

Selain bentuk teror, bagian kedua drama ini juga menampilkan respons lain dari sikap korban perundungan. Moon Dong-eun adalah contoh kecil dari orang yang berani buka suara bahkan bisa balas dendam kepada tukang bully.

Namun, lebih banyak lagi orang yang hanya bisa diam dan berharap bully itu berakhir entah kapan. Dua karakter jadi contoh yang bertahan hidup dengan berada di dekat pelaku kekerasan.

Review The Glory part 2: Aksi balas dendam yang mendetail hingga akhir meski ada adegan-adegan kebetulan yang berpotensi buat penonton mengernyit.

Kang Hyeon-nam (Yum Hye-ran) salah satunya. Ia adalah contoh istri yang tetap bertahan hidup bersama sang suami (Ryu Sung-hyun) meski sudah babak belur dalam rumah tangganya.

Anak, perekonomian hingga status sosial mungkin menjadi bahan pertimbangan Kang Hyeon-nam hingga akhirnya memutuskan bertahan.

Selain Hyeon-nam, Kim Gyeong-ran (Ahn So-yo) juga menjadi contoh yang lebih riil. Dari remaja hingga dewasa, ia hanya diam bahkan bekerja di bawah tukang rundungnya.

Pada akhirnya, bisa keluar atau sekadar bersuara mengenai kekerasan yang dialami memang tidak mudah seperti orang luar berkomentar. Apalagi, pelaku perundungan biasanya berasal dari latar belakang yang memiliki kekuasaan dan harta.

Drama Korea The Glory Part 2 (2023)

Hal itu juga sesungguhnya sudah diungkapkan Park Yeon-jin saat Moon Dong-eun mencoba memberikan kesempatan terakhir.

“Kenapa orang miskin selalu percaya kepada hal-hal puitis, seperti keadilan dan karma?” kata Yeon-jin kala itu.

Kritik-kritik sosial seperti itu masih bisa dengan mudah ditemukan dalam bagian kedua The Glory.

Sama seperti bagian pertama, seluruh kisah yang ditulis Kim Eun-sook bisa hidup dengan baik karena akting yang spektakuler pula dari para pemerannya, baik pemeran utama dan para pemeran pendukung.

Pace yang begitu cepat bukan satu-satunya catatan untuk drama ini.

Meski begitu detail dalam menggambarkan pembalasan dendam Moon Dong-eun, Kim Eun-sook juga menaruh adegan kebetulan bahkan mengejutkan terutama jelang akhir bagian kedua ini.

Adegan-adegan tersebut yang kemudian membuat saya sedikit terusik hingga memikirkan esensi bahkan logika hal itu bisa terjadi.

Namun secara keseluruhan, saya memberikan apresiasi tinggi bagi Kim Eun-sook dan seluruh pemeran The Glory karena bisa menyajikan pembalasan dengan begitu baik, rapi, dan mendetail.

Terkait hal itu pula, Kim Eun-sook benar-benar mengembalikan penilaian kepada penonton, seperti apakah balas dendam menjadi jawaban dan bisa mendatangkan kebahagiaan?

Begitu pula pandangan mengenai hal yang dilakukan Moon Dong-eun. Hitam atau putih semua dikembalikan lagi kepada penonton.

The Glory secara keseluruhan memiliki 16 episode yang bisa ditonton di Netflix.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *