6 Film dan Sinetron Ikonis Nani Wijaya

Jakarta, CNN Indonesia — Nani Wijaya memiliki rentang karier yang begitu panjang di industri perfilman Indonesia. Ia sudah berkarier sejak 1960 dengan film pertamanya bertajuk Darah Tinggi.

Filmografi Nani Wijaya pun begitu penuh dengan judul film dan sinetron. Semenjak Darah Tinggi, setiap tahun nyaris selalu ada proyek yang dijalani Nani Wijaya.

Bukan hanya itu, bahkan seringkali ia terlibat beberapa proyek film dalam satu tahun. Begitu pula ketika sinetron mulai muncul di Indonesia pada dekade ’90-an.

Nani Wijaya mulai terlibat dalam proyek sinetron pada 1995 dengan judul Pondokan dan Masih Ada Kapal ke Padang, serta Janjiku pada 1997.

Namun, nama Nani Wijaya mentereng semenjak masuk milenium baru. Beberapa sinetron dan serial televisi pun mendapuknya sebagai pemeran.

Meski banyak peran yang diambil Nani Wijaya adalah pemeran pendukung, tapi performanya yang luar biasa justru menjadi magnet tersendiri dari tontonan tersebut.

Berikut secuplik proyek film dan sinetron ikonis yang pernah dimainkan oleh Nani Wijaya.

1. Yang Muda yang Bercinta (1978)
Film Yang Muda Yang Bercinta garapan Sjuman Djaya pada 1977 ini adalah film yang membuat Nani Wijaya pertama kali memenangkan Piala Citra Festival Film Indonesia pada 1978.

Nani memenangkan piala bergengsi tersebut atas kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Dalam film ini, ia beradu peran dengan sejumlah aktor legendaris seperti WS Rendra dan Yati Octavia.

Film ini sendiri mengisahkan perjalanan seorang mahasiswa yang kritis dan masih mencari jati diri. Ia bernama Sony, seorang mahasiswa dan penyair.,

Sony yang diperankan WS Rendra belum memiliki penghasilan tetap dan bergantung pada ayahnya seorang pegawai negeri sipil yang jujur dan pamannya yang kaya tapi mencari uang dengan cara tak halal.

2. RA Kartini (1983)
Film RA Kartini pada 1983 ini garapan Sjuman Djaya ini adalah film kedua yang membuat Nani Wijaya kembali membawa pulang Piala Citra FFI atas kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Film ini sejatinya adalah biografi sosok Kartini dan kemelut yang ia hadapi di masa penjajahan Belanda di nusantara. Dalam film ini, Nani Wijaya berperan sebagai Mas Ayu Ngasirah.

3. Saga Catatan Si Boy
Nani Wijaya tercatat ikut terlibat dalam saga Catatan Si Boy, sebuah serial film legendaris di Indonesia yang memiliki dampak terhadap perkembangan budaya pop pada dekade ’80-an.

Nani mulai terlibat dalam Catatan Si Boy sejak edisi pertama pada 1987 sebagai Ibu Boy. Kemudian ia muncul lagi pada saga ketiga pada 1989 dan keempat pada 1990.

Berikut secuplik proyek film dan sinetron ikonis yang pernah dimainkan oleh Nani Wijaya.

4. Wah Cantiknya dan Cecep
Seiring dengan perkembangan sinetron di layar kaca, Nani Wijaya juga melebarkan sayap aktingnya di sinema televisi tersebut.

Sinetron Wah Cantiknya adalah yang membuat nama Nani Wijaya meroket sebagai pemain sinetron. Dalam sinetron yang dibintangi oleh Anjasmara ini, Nani Wijaya berperan sebagai ibu dari anak keterbelakangan mental yang bernama Cecep (Anjasmara).

Sinetron yang juga dibintangi oleh Tamara Bleszynski ini meledak di pasaran dan kemudian dilanjutkan kembali dengan sinetron bertajuk Si Cecep, yang masih dibintangi Anjasmara dan Nani Wijaya.

5. Bajaj Bajuri
Serial televisi Bajaj Bajuri bisa dibilang adalah karya paling ikonis dari seorang Nani Wijaya. Dalam serial komedi keseharian ini, Nani berperan sebagai Emak yang memiliki anak bernama Oneng (Rieke Dyah Pitaloka) dan menantu bernama Bajuri (Mat Solar).

Di serial ini, Emak dikisahkan sebagai seorang ibu yang memiliki keinginan punya harta banyak dan hidup enak di usia senja. Namun dirinya harus menerima kenyataan memiliki menantu seorang supir bajaj.

Emak yang dikenal galak, pelit, dan mata duitan ini dikenal tak begitu menyukai menantunya dan selalu memandang apapun yang dilakukan Bajuri adalah salah.

Performa Nani Wijaya dalam serial ini begitu melekat dalam benak masyarakat Indonesia. Bahkan, Nani Wijaya juga kerap masih dipanggil sebagai “Emak” oleh penggemarnya.

6. Tukang Bubur Naik Haji the Series
Nani Wijaya juga terkenal berkat serial Tukang Bubur Naik Haji the Series. Serial ini pula yang menjadi reuni antara Nani Wijaya dengan Mat Solar setelah Bajaj Bajuri.

Awalnya, sinetron ini adalah sebuah episode dari antologi Maha Kasih yang tayang pada 2007. Kemudian episode tersebut dikembangkan menjadi serial yang tayang pada 2012 hingga 2017 dan sukses di layar kaca hingga memiliki episode lebih dari 2180.

Dalam serial ini, Nani Wijaya berperan sebagai Emak Haji, mertua dari seorang tukang bubur yang sukses berangkat haji bernama Sulam yang diperankan oleh Mat Solar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *