PALEMBANG, SUMEKS.CO – Diperkirakan puluhan ribu jemaah, baik dari dalam maupun luar negeri akan menghadiri tradisi ziarah kubro Palembang yang akan diselenggarakan pada 10-12 Maret 2023 mendatang.
Ziarah kubro adalah kegiatan rutin setiap tahunnya, yang dilaksanakan masyarakat Kota Palembang khususnya para ulama atau habib secara bersama-sama, menjelang 10 hari terakhir di bulan Sya’ban.Adapun dalam kegiatan Ziarah Kubro, biasanya para ulama dan habib berziarah mengunjungi makam-makam ulama terkemuka di Kota Palembang. Seperti pemakaman habib di daerah Kambang Koci, Kawah Tekurep hingga pemakaman ulama di Telaga Swidak.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut asal usul nama daerah tempat dimakamkannya para ulama yang telah mensyiarkan agama Islam di Bumi Sriwijaya dalam rangkaian Ziarah Kubro Palembang.
1. Pemakaman Kambang Koci.
Pemakaman Kambang Koci adalah salah satu areal makam yang terletak di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.
Penamaan Kambang Koci sendiri konon berasal dari kata Kambang yang artinya kolam, sedangkan Koci artinya adalah sekoci atau perahu. Sehingga dahulunya area pemakaman tersebut adalah tempat untuk mencuci perahu.
Kompleks makam Kambang Koci merupakan pemakaman para raja atau sultan yang berasal dari Kesultanan Palembang, yang konon katanya terdapat makam putra-putri dari Sultan Mahmud Badaruddin I.
Selain itu, di Kambang Koci juga turut dimakamkan para ulama dan wali hingga membuat peziarah datang ke tempat ini. Diantaranya Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdor, Habib Muhammad bin Husin Al-Idrus, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf, serta banyak lagi Habib terkemuka lainnya dimakamkan di Kambang Koci.
Oleh karena banyaknya para ulama dan wali yang dimakamkan di Kambang Koci, banyak para Habaib dari Yaman atau Hadramaut menyebut Kambang Koci sebagai Zanbal yang diartikan sebagai pemakaman wali di Kota Tarim.
Dan Kota Palembang dijuluki oleh para Habaib sebagai Hadramaut Tsani atau Hadramaut kedua.
2. Pemakaman Kawah Tekurep
Kompleks pemakaman ini masih berada di Kelurahan 3 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang.
Disebut Kawah Tekurep karena berasal dari atap bangunan makam yang berbentuk seperti kubah atau seperti wajan penggorengan terbalik atau Tekurep dalam bahasa Palembang.
Konon, pemakaman ini dibangun pada tahun 1728 atas inisiatif perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, yang kemudian dilanjutkan pembangunan kubah tengah di areal pemakaman oleh Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo.Bentuk atau arsitektur dari bangunan Kawah Tekurep ini mencerminkan perpaduan budaya, antara budaya Melayu, India hingga China.Setidaknya terdapat beberapa makan para sultan di Kawah Tekurep seperti makam Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo berserta empat istrinya yakni Ratu Sepuh dari Demak, Ratu Gadung dari Malaysia, Ratu Mas Ayu dari Cina dan terakhir Nyai Mas Naimah dari Palembang.
Selain itu juga diareal pemakaman yang memiliki luas kurang lebih 1 hektar ini, juga terdapat makam ulama besar kala itu yakni Imam Sayid Al Idrus yang tidak lain adalah guru besar Sultan Mahmud Badaruddin.Hampir setiap tahunnya, kawasan pemakaman Kawah Tekurep sering dijadikan acara puncak acara dalam kegiatan Ziarah Kubro yang diadakan oleh para ulama mendekati bulan Ramadhan.
3. Pemakaman Habaib di Telaga Swidak.
Berbeda dengan dua pemakaman sebelumnya, komplek pemakaman ini berada di Jalan KH Azhari Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang.
Tidak banyak informasi yang didapat mengenai asal usul komplek pemakaman tersebut dinamakan Telaga Swidak.Konon katanya di daerah Telaga Swidak dahulunya terdapat sebuah kolam kecil atau telaga yang berjumlah 21 atau dalam perhitungan bahasa Jawa yakni Swidak.
Seiring dengan perkembangan zaman, daerah tersebut kemudian dijadikan komplek pemakaman baik sebagai tempat pemakaman umum (TPU) juga terdapat komplek pemakaman Habaib atau pemuka agama keturunan Nabi Muhammad SAW.
Saat kegiatan Ziarah Kubro yang dilakukan setiap tahunnya di Kota Palembang, komplek makam hanim Telaga Swidak juga dijadikan salah satu destinasi wisata religi dalam kegiatan Ziarah Kubro.Di komplek pemakaman Habib di Telaga Swidak terdapat salah satunya makam Auliya’ dan Habib Ahmad bin Syeikh Syahab atau disebut Gubah Duku.
Itulah tiga komplek pemakaman para ulama dan habib, yang sering dijadikan destinasi utama dalam rangkaian kegiatan Ziarah Kubro Kota Palembang yang diselenggarakan setiap tahunnya, menjelang bulan suci Ramadan.












