Tebingtinggi, sumselupdate.com – Warga Air Deras, Desa Bandar Agung, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang menyampaikan curhatan hatinya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan. Mereka mendambakan pembangunan jembatan.
Menurut perwakilan warga Air Deras, Medi Suhandra SH., dahulu saat Kabupaten Empat Lawang belum terpecah dengan Kabupaten Lahat, Desa Bandar Agung merupakan salah satu desa dengan penghasilan pertanian yang cukup bagus. Karenanya, saat itu dibangun jembatan untuk menyeberangi sungai dan jembatan itu biasa disebut oleh warga sekitar sebagai “Jembatan Air Kelampaian”. Jembatan itu pun banyak membantu dan memudahkan akses warga yang melalui jembatan tersebut.
“Seiring berjalannya waktu, jembatan tersebut hanyut karena diterjang oleh banjir besar saat itu. Sejak hanyutnya jembatan tersebut, sudah sering aparat desa setempat yang mengajukan bantuan untuk pembangunan ulang jembatan oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, namun hingga saat ini belum ditanggapi”, ujar Medi Suhandra, Rabu (22/3/2023).
Medi Suhandra yang juga angota DPRD Kabupaten Empat Lawang Fraksi Gerindra itu pun mempertanyakan kenapa jembatan yang menjadi akses masyarakat itu hingga kini belum dibangun.
“Sudah 15 tahun Kabupaten Empat Lawang berdiri, jembatan yang merupakan salah satu akses lalulintas warga Air Deras dan warga dari kecamatan lain bahkan sekarang ada perusahaan sawit yang melewati akses jalan tersebut, yang menjadi pertanyaan kami adalah kenapa jembatan itu belum dibangun dan apa kendalanya. Siapakah yang bertanggung jawab atas jembatan itu?”, tanyanya.
Mewakili warga, Medi menyampaikan permohonan terbuka kepada Pemkab Empat Lawang dan Pemprov Sumatera Selatan agar segera menindaklanjuti aspirasi terkait pembangunan jembatan tersebut.
“Ada ratusan bahkan ribuan manusia yang melewati sungai tersebut untuk bekerja dan bertani di sana. Bahkan dari tahun ke tahun sudah banyak memakan korban, orang atau motor hanyut. Terbaru pada tanggal 19 Maret lalu ada dua korban jiwa karena terbawa arus bahkan hingga saat ini belum juga ditemukan. Jadi, mohon kepada pihak terkait agar segera ambil langkah konkrit untuk membahas mengenai jembatan yang sangat dibutuhkan oleh warga Air Deras ini”, pungkas Medi Suhandra. (ril)












