PALEMBANG, SUMEKS.CO – Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah tak lama ini telah dilalui bersama.
Bulan yang indah tentunya bagi kita semua yang berbahagia di dalamnya. Kini kita berada di bulan Syawal 1444 Hijriah.
1. Bersyukur Kepada Allah
Usai Ramadan, sebagai umat Muslim wajib bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas disempurnakannya ibadah kita.
Hal itu tertera pada QS. Al-Baqarah:185, yang berbunyi :
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّـهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan supaya kalian menyempurnakan jumlah bilangan berpuasa di bulan Ramadan dan supaya kalian mengagungkan Allah (bertakbir) dan supaya kalian bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Oleh karena itu, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat disempurnakan berbagai ibadah yang mulia di bulan Ramadan.
Yakni seperti berpuasa yang wajib, kemudian salat Tarawih, membaca Al-Qur’an dan lain-lain.
2. Meminta Qobulul Amal
Umat muslim wajib dan semestinya dengan sungguh-sungguh meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla supaya Allah menerima amal ibadah yang sudah kita lakukan.
Banyaknya amal yang kita lakukan selama di bulan Ramadan, kalau tidak Allah terima, maka tidak bermanfaat bagi kita.
Nabi Muhammad SAW di antara dzikir pagi yang beliau ajarkan kepada kita setelah salat subuh yakni :
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, dan rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (Musnad Imam Ahmad, 6/322; Sunan Ibnu Majah, no. 925)
…تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Wahai Rabb kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah[2]: 127)
3. Memohon Ampunan Allah SWT
Umat Muslim senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT.
Juga beristighfar atas segala kekurangan yang ada.
Bagaimanapun kita sudah berusaha melakukan amal shalih di bulan Ramadan, berusaha semaksimal mungkin, sebanyak mungkin, seikhlas mungkin, tapi tentunya sebagai manusia pasti ada kekurangan.
Memohon ampun kepada Allah SWT agar mengampuni dosa kita.
Serta menutupi kekurangan kita dan menerima amal ibadah meskipun penuh di dalamnya dengan kekurangan.
4. Istiqomah Menjaga Ketaatan
Kemudian hak yang wajib selanjutnya ialah Istiqomah menjaga ketaatan setelah bulan Ramadan.
Hal ini dikarenakan jangan sampai seseorang hanya mendekatkan diri kepada Allah hanya di bulan Ramadan.
Sebagaimana dijelaskan pada (QS. Al-Hijr ayat 99)
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.”
Maksud ayat tersebut ialah beribadah kepada Allah tidak dibatasi dengan bulan tertentu, dengan waktu tertentu, dengan tempat tertentu, tetapi dibatasi dengan kematian.












