Viral Keluarga Pasien Marah dengan Tenaga Medis di RSUP Adam Malik Medan, Sudah Sekarat Tak Ditangani Dokter

Palembang, Detiksumsel.com – Viral di media video keluarga pasien rujukan asal Siantar marah dengan tenaga medis di RSUP Adam Malik, Medan.

Keluarga pasien mengaku kesal dengan pelayanan RS Adam Malik yang tidak segera menangani pasien darurat.

Video tersebut diunggah oleh akun facebook Ndy Pardede pada Jumat (22/6/2023).

Dari keterangan yang ditulis, awalnya pasien sampai di RS Adam Malik kurang lebih Pukul 11 siang.

Namun saat tiba di RS tersebut, pasien hanya di pegang begitu saja tanpa ada tindakan dokter.

Dokter disebut hanya berdiskusi tidak jelas padahal pasien sudah kehabisan darah.

Waktu berlalu dan Ibu si pasien sudah cemas karena anaknya sudah lemas dan kehabisan darah karena dari awal sudah tanda tangan untuk permintaan darah.

Tetapi Admin RS tersebut mengatakan Darah WBC tidak ada, padahal sebelum nya pihak RS mengatakan kalau darah sudah tersedia pada pukul kurang lebih jam 5 sore.

Saat keluarga besar si pasien sampai di RS mereka heran kenapa pasien tidak segera ditangani dokter atau pihak RS.

Sampai akhirnya keluarga besar minta si pasien dirujuk ke RS Columbia,Medan.

Pihak RS H. Adam Malik disebut membuat proses rujukannya sangat lama, hingga akhirnya admin minta dokter perempuan itu menanda tangani surat persetujuannya.

Tapi dokter perempuan yang berstatus Dokter PPDS Bedah bernama Yolanda itu tidak mau tanda tangan dan mengatakan semuanya harus pakai prosedur.

Dokter Yolanda menebak dan mengatakan bahwa si pasien tidak pendarahan. Padahal sebelum dirujuk k RS H.Adam Malik, pihak RS di Siantar mengatakan bahwa pasien sudah pendarahan di dalam.

Sementara itu Ibu pasien sudah panik melihat anaknya yang seharusnya sudah di lakukan tindakan operasi malah dibiarkan.

Sampai akhirnya Keluarga pasien marah karena prosesnya sangat lama dan pasien sudah sekarat.

Tiba-tiba datang dokter pria yang ada di video marah tidak jelas dan minta adu jotos ke luar dengan keluarga pasien yang berjenis kelamin wanita.

Keluarga pasien merasa tidak terima karena si pasien tidak segera ditangani dan tidak dilakukan operasi.

Pasien mengalami keterlambatan tindakan pengobatan mengakibatkan si pasien harus di Rawat di Ruang ICU dan harus dioperasi sampai tiga kali di RS Colombia.

Pihak keluarga mengatakan pasien tidak akan darurat kalau segera dilakukan tindakan pertama di RS H. Adam Malik.

Sampai kini belum ada klarifikasi dari pihak RS Adam Malik mengenai kejadian tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *