PALEMBANG – Update kondisi Dania bayi 8 bulan korban selamat kecelakaan maut Simpang Dogan Palembang, Senin (23/1/2023).
Dania Elshanum Nuwairah bayi berusia 8 bulan anak dari pasangan Syafrullah dan Nindia yang saat ini selamat dari peristiwa maut dan saat ini masih dalam perawatan di ruang ICU RSMH.
Dania kini menjadi yatim piatu setelah ayah dan ibunya, pasangan suami istri Syafrullah (33) dan Nindia (31) meninggal dunia dalam musibah kecelakaan tersebut.
Saat ini keluarga masih berharap agar kesembuhan Dania dan pulih 100 persen dari rumah sakit.
Ninik saudara ipar Nindia mengatakan saat ini keluarga masih berfokus kepada kesembuhan Dania yang masih dirawat di rumah sakit.
“Keluarga belum memikirkan soal siapa yang akan merawat Dania. Yang penting anak almarhum dan almarhumah harus selamat dan bisa pulang ke rumah, ” ujar Ninik saat dihubungi via telepon, Senin (23/1/2023).
Kedua keluarga masih sangat merasa kehilangan pasangan suami istri yang meninggal dunia secara tragis akibat ditabrak Kijang Innova Reborn.
“Semuanya sama-sama merasa kehilangan, jadi belum didiskusikan tentang bagaimana merawat bayi. Tolong doakan saja bagi sang anak supaya selamat bisa pulang ke rumah, ” katanya.
“Kami doakan yang terbaik. Semoga cucu saya bisa segera pulang, ” katanya.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib yang sempat membesuk anak korban mengatakan, kondisi Dania saat ini sudah mulai berangsur membaik setelah sebelumnya sempat tak sadarkan diri usai kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya tersebut.
“Tadi sudah jenguk korban di RSMH. Alhamdulillah, menurut penjelasan dokter, kondisinya berangsur membaik,” kata Ngajib
“Sudah komunikasi dengan Jasa Raharja terkait asuransi pengobatan. Untuk bantuan lainnya akan kita sesuaikan dengan kondisi korban,” ujarnya.
Sementara, soal status Endang Kurniawati (38) pengemudi mobil Innova reborn yang kini masih dimintai keterangan soal kejadian tersebut masih dilakukan pemeriksaan. Namun, bila terbukti ada kelalaian ia akan dikenakan sanksi hukum.
“Akan kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku, ” katanya.
Makam Berdampingan
Pasutri Syafrullah (33) dan Nindia (31) yang jadi korban lakalantas di Simpang Dogan pada Minggu (22/1/2023).
Kini kedua jenazah sudah dimakamkan berdampingan di TPU Sako, Jalan Sematang Borang.
Sosok Syafrullah korban tewas bersama istri kecelakaan maut Simpang Dogan Palembang diungkap pimpinan tempatnya bekerja.
Sebelum kejadian nahas yang menyebabkan keduanya meninggal dunia, ternyata sempat berkunjung ke rumah pimpinan tempat Syafrullah bekerja di salah satu Bimbel di Jalan Sukabangun 2.
Deny (40) pimpinan tempat Syafrullah bekerja di Bimbel Polipop mengatakan, korban bersama istri dan anaknya sempat mengunjungi rumahnya dalam rangka silaturahmi saat Perayaan Imlek.
“Almarhum sempat ke rumah saya kan lagi Imlek, jadi dia dan teman-teman kerja lainnya berkumpul, ” kata Deny saat menghadiri pemakaman di TPU Sako Jalan Sematang Borang, di Kecamatan Sako, Senin (23/1/2023).
Deny menyebut ada beberapa kata-kata terakhir disela silaturahmi Syafrullah beserta istri ke rumahnya. Almarhum Syafrullah mengajak semua orang yang datang ke rumahnya untuk foto bersama.
“Dia bilang, ‘ayok kita foto bareng rame-rame’, ” katanya.
Setelah dari rumahnya, Syafrullah pamit untuk berkunjung ke rumah murid-murid Bimbelnya.
Satu lagi kata-kata yang pernah diucapkan kepada dirinya dan rekan kerja saat berkumpul di rumah yakni menyampaikan jika anaknya nanti akan memanggil semua rekan kerja adalah mami.
“Syafrullah bilang kalau nanti anaknya besar, kami semua yang koko dan cece dipanggil Papi Mami saja, ” ungkapnya.
“Banyak anak muridnya yang senang sama dia. Ya semua merasa kehilangan almarhum, ” ujarnya.
Penyebab Kecelakaan
Syafrullah (33) dan Nindia (31) pasutri korban kecelakan maut Simpang Dogan Palembang, Minggu (22/1/2023) sore sudah tiba di rumah duka di Jalan Nangka 3 Blok N7 RT 25 RW 04 Kompleks Multi Wahana, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang.
Keduanya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Rumah sakit umum Pusat Dr Muhammad Hoesin akibat luka berat di kepala.
Sementara anak korban yang masih berusia 8 bulan bernama Dania Elshanum Nuwairah masih dalam perawatan di RSMH karena kondisi yang kristis.
“Ketiga korban adalah warga Perum Griya Lembak Hijau, dua korban meninggal dunia ketika dalam perjalanan hendak dirujuk ke RSMH. Korban yang laki-laki pekerjaannya guru, sementara korban yang bayi masih dirawat di RSMH, ” ujar Kakum, Senin (23/1/2023).
Sementara identitas pengemudi mobil Kijang Innova H 8550 NZ yakni Endang Kurniawati (38) Jalan Pasundan, Kecamatan Kalidoni.
Saat kejadian, Endang sedang bersama rekannya Agus Susanto (36) warga Kecamatan Ngamrah, Kabupaten Bandung Barat.
Penyebab kecelakaan tragis itu terjadi karena pengemudi mobil Innova H 8550 NZ lalai dan terkejut saat motor korban ada di depannya, sehingga salah menginjak pedal rem.
“Dia mengaku terkejut saat motor korban tiba-tiba di depannya. Sopir mobil juga bingung karena motor itu antara mau ke kanan atau ke kiri. Ada kemungkinan tetap itu yang salah mobilnya, ” katanya.
Saat ini sopir mobil masih diperiksa di Pos Laka Pakjo, pihaknya juga akan melakukan olah TKP lagi ke lokasi.
“Masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut, ” katanya.
Bagian depan mobil ringsek setelah menabrak korban dan menyeretnya beberapa meter dan akhirnya menghantam tiang listrik.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Update Kondisi Dania Bayi 8 Bulan Korban Selamat Kecelakaan Maut Simpang Dogan, Kini Yatim Piatu, https://sumsel.tribunnews.com/2023/01/23/update-kondisi-dania-bayi-8-bulan-korban-selamat-kecelakaan-maut-simpang-dogan-kini-yatim-piatu?page=4.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati












