PALEMBANG, SUMEKS.CO – Pelaksanaan 2023-2024 segera dimulai pada tanggal 10 Juli 2023.
Untuk diketahui jenjang SMP, daya tampung 61 SMP negeri di Kota Palembang adalah 17.696 siswa, sementara jumlah lulusan SD swasta sebanyak 5.866 orang dan negeri sebanyak 18.829 orang.
Terdapat sekitar 12.963 siswa yang tidak dapat diterima di SMP negeri dan mereka harus mencari tempat di sekolah swasta
“Dalam hal ini, sekolah negeri telah selesai melakukan seleksi siswa baru. Calon siswa yang belum diterima dapat mendaftar ke sekolah swasta kita,” kata Drs Azhari MD MM, ketua Yayasan Sekolah Islamiyah Palembang yang mengelola SMP PTI, SMA Ethika, SMK Ethika dikutip dari sumateraekspres.id.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Palembang ini menyatakan bahwa seperti tahun sebelumnya, minat masyarakat untuk memasukkan anak-anak mereka ke sekolah swasta masih belum begitu tinggi, meskipun fasilitas yang disediakan sudah sangat baik.
“Kondisinya tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, bahkan ada sekolah swasta yang hanya mendapatkan 4-5 siswa baru,” tambahnya.
Azhari juga menjelaskan bahwa untuk SMP PTI, mereka hanya menerima 30 siswa baru, begitu pula dengan SMA Ethika dan SMK Ethika. Padahal sebenarnya sekolah-sekolah tersebut dapat menampung hingga tiga kelas siswa baru.
Setiap tahun, pihak sekolah terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan sarana prasarana sekolah, serta menambah jumlah calon siswa.
Namun, sebagian besar orang tua dan murid masih lebih tertarik untuk masuk ke sekolah negeri, meskipun fasilitasnya tidak mencukupi.
“Masyarakat sudah memiliki persepsi bahwa masuk sekolah negeri itu lebih baik, sehingga menjadi indikator utama bagi mereka,” jelas Azhari.
Dia mengakui bahwa masalahnya adalah sekolah negeri menerima siswa sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan sekolah swasta. Sementara itu, kuota penerimaan siswa baru untuk tahun 2023 masih sama dengan tahun sebelumnya.
Azhari menjelaskan bahwa bagi siswa yang ingin mendaftar sendiri ke sekolah swasta, mereka tidak dikenakan biaya pendaftaran. Bulan Juli ini juga gratis SPP dan seragam olahraga.
SMP juga memberikan seragam batik, seragam muslim, dan seragam olahraga secara gratis, dengan batasan maksimal 30 siswa, sedangkan SMA dibatasi hingga 40 siswa.
Sekolah tersebut memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan SD, SMP, atau Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah untuk bergabung.
“Syarat pendaftarannya adalah mengisi formulir, melampirkan pas foto, serta memberikan informasi tentang asal sekolah, meskipun surat keterangan lulus sementara ini belum dibutuhkan,” tambahnya.
Kepala SMA Srijaya Negara, Drs Syahrial MSi, mengatakan bahwa pendaftaran peserta didik baru untuk sekolah mereka telah ditutup.
“Jumlah siswa yang kami terima disesuaikan dengan jumlah kelas yang tersedia, yaitu 7 kelas dengan masing-masing 36 siswa,” jelasnya.
Jumlah siswa tidak dapat ditambah karena keterbatasan ruang kelas. Jika ada tujuh kelas yang lulus, maka harus ada tujuh kelas yang masuk.
Menurut Syahrial, pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, harus mengikuti aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara nasional dan tidak menambah jumlah kelas.
Hal ini dilakukan agar mutu sekolah negeri tetap terjamin dan sekolah swasta tetap memiliki siswa.
Andri Usman STr SI, yang menjabat sebagai Bendahara SMK Antara dan SMP Inaba, menjelaskan bahwa Yayasan Pendidikan Umum Antara masih membuka PPDB dan masih memiliki kuota siswa.
“Saat ini, kami memiliki sekitar 20 calon siswa baru untuk SMK dan sekitar 30 calon siswa baru untuk SMP,” ujarnya.
“Kami memberikan kesempatan kepada calon peserta didik untuk mendaftar ulang di SMP negeri tersebut, atau mereka dapat mendaftar ke sekolah swasta yang juga memiliki fasilitas dan kualitas yang baik seperti SMP negeri,” tukasnya.(*)












