Soal Isu Pertalite Jadi Lebih Boros, Pertamina: BBM Kami Sesuai Spesifikasi Regulator

PT Pertamina (Persero) mengklarifikasi unggahan yang viral di media sosial terkait pengguna bahan bakar minyak (BBM) Pertalite yang mengeluh bensin miliknya lebih cepat habis sejak harga BBM Pertalite naik.

Salah satu unggahan diunggah oleh pemilik akun Twitter @ferizandra yang ditulis Rabu (21/9/2022).

Keluhan pengguna BBM Pertalite akhir2 ini. gak cuman pengemudi mobil, pengendara motor pun punya keluhan yang sama: bensin jadi lebih cepat habis meskipun jarak yang ditempuh kendaraan tetap sama, bahkan bensin berkurang (menguap?) saat kendaraan gak dipakai,” tulis pemilik akun @ferizandra, dikutip Rabu.

Pada unggahan tersebut, disertakan beberapa potongan tangkapan layar dari unggahan penguna-pengguna Facebook yang mengeluhkan hal yang sama, yaitu konsumsi BBM Pertalite menjadi lebih banyak sejak harga BBM dinaikkan.

Maaf nih cuma mau berbagi pengalaman, ertiga gx 2-14 kemaren barusan isi pertalite full biasanya kuat 1 minggu lebih sekarang kok cuma 4 hari ya dengan pemakaian yg sama dan yg anehnya waktu di parkiran jarum masih di paling atas kok seharian di jemur jadi jarum bensin di tengah. Ini unit saya yg aneh apa saya yg aneh yaa om,” tulis akun Facebook Alif Muhammad Firdaus Utama yang tangkapan layarnya diunggah di akun Twiter @ferizandra.

Hingga tulisan ini dibuat, unggahan dari akun Twitter @ferizandra sudah di retweet 1.422 kali, dikutip 385 kali, dan disukai 3.773 kali.

Tanggapan Pertamina

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan produk BBM Pertalite (RON 90) milik Pertamina yang beredar di pasaran telah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan regulator dan tidak mengalami perubahan spesifikasi.

Adapun standar dan mutu BBM Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri.

Baca Juga : Jadwal F1 2023 Resmi Dirilis, Pecahkan Rekor 24 Balapan

Dia menjelaskan, batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya ialah parameter Reid Vapour Pressure (RVP).

Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal BBM Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 Kilopascal (kPa).

Kendati demikian kata dia, penguapan dapat berubah lebih cepat jika temperatur penyimpanan meningkat.

Namun ketika Kompas.com tanyakan apakah tingkat suhu di Indonesia yang akhir-akhir ini meningkat turut berpengaruh pada penguapan BBM Pertalite yang disimpan di kendaraan yang terparkir di bawah sinar matahari langsung, Irto enggan menjawab dengan pasti.

“Yang jelas spesifikasi BBM kami sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh regulator,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/9/2022).

Dia menegaskan, secara spesifikasi batasan maksimum untuk penguapan atau destilasi Pertalite ialah 10 persen, dibatasi maksimal 74 derajat celsius. Secara umum produk Pertalite ada di suhu 50 derajat Celcius.

“Artinya, pada saat tempertur 50 derajat celsius, Pertalite sudah bisa menguap hingga 10 persen. Semakin tinggi temperatur, maka akan semakin tinggi tingkat penguapannya,” kata Irto.

Dia mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop, agar produk BBM yang didapatkan terjamin kualitas dan keamanannya.

“Melalui lembaga penyalur resmi (SPBU dan Pertashop), Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan produk-produk BBM berkualitas sesuai dengan spesifikasi. Melalui control kualitas, produk yang tidak sesuai spesifikasi tidak akan disalurkan ke lembaga penyalur,” tuturnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *