Jakarta – PT Jakarta Propertindo (JakPro) buka suara terkait proyek instalasi pengolahan sampah ITF Sunter yang disentil Presiden Jokowi. Jakpro membeberkan awal mula pembangunan proyek ITF tersebut.
VP Corporate Secretary PT JakPro Syachrial Syarief mengatakan pihaknya telah mengurus pembangunan fisik sejak 2019. Dia menyebut pihaknya sudah memperoleh perizinan yang diperlukan untuk pembangunan ITF Sunter ini.
“Pada tahun 2019 kami sudah melakukan kegiatan pra-development juga aktivitas studi atau kajian sebagai input untuk memperoleh perizinan, sehingga 2019 kami sudah memperoleh perizinan amdal (analisis dampak lingkungan) lalu lintas dan izin mendirikan bangunan (IMB),” kata Syachrial dalam keterangannya, Sabtu (24/12/2022).
Syachrial mengatakan pembangunan ITF Sunter akan dijalankan oleh salah satu anak usaha PT JakPro, yakni PT Jakarta Solusi Lestari (JSL). Dia menyebut, PT JSL juga sudah mengantongi izin usaha pengelolaan pembangkit listrik (IUPTL).
Sejak akhir tahun 2021, lanjut Syachrial, PT JakPro dan JSL terus menjajaki berbagai model kerjasama pendanaan dengan berbagai pihak. Serta mengupayakan perizinan dan kerjasama dengan PLN. Dia menyebut ITF Sunter tengah memasuki babak akhir seleksi pemilihan mitra.
“Sejak awal seleksi, terdapat total 10 calon mitra yang ikut serta dalam proses pemilihan. Pada tahap akhir seleksi ini, Jakpro akan memilih satu mitra yang akan ditetapkan menjadi Konsorsium bersama dengan PT JSL untuk membangun ITF Sunter,” tuturnya.
Syachrial mengatakan pembangunan ITF di Jakarta sangat memerlukan keberlangsungan kota yang berkelanjutan. Hal ini dikarenakan produksi sampah di Jakarta yang begitu tinggi hingga mencapai 8.000 ton per harinya.
“Pembangunan ITF Sunter bakal menggunakan teknologi ramah lingkungan sesuai standar tertinggi yakni EURO 5. Berdasarkan studi kelayakan, ITF Sunter diprediksi dapat mengolah sampah sebanyak 720.000 ton setiap tahunnya dan mampu menghasilkan listrik sebesar 35 MW setiap hari atau 280.000 MW per tahun,” terangnya.
Lebih lanjut, Syachrial menyatakan bahwa pihaknya berupaya mewujudkan kegiatan strategis yang diamanahkan kepada PT JakPro, khususnya PT JSL. Pembangunan ITF ini disebut bertujuan utama untuk mewujudkan kota Jakarta yang lebih layak huni melalui pengelolaan sampah menjadi energi.
“Menjelang penghujung tahun 2022 kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung berjalannya proyek ini. Mohon doa restu dari seluruh stakeholders agar pengerjaan ITF Sunter dapat berjalan dengan baik di tahun depan,” kata dia.
Simak selengkapnya di halaman berikut
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya geram hingga saat ini urusan pengelolaan sampah tak kunjung usai. Khususnya urusan sampah di DKI Jakarta.
Jokowi menyoroti proyek pengelolaan sampah di Sunter, Jakarta Utara dengan melakukan pembangunan incenerator. Menurutnya proyek itu sudah dibesut sejak lama, bahkan saat dirinya masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Namun, sampai saat ini tak kunjung terealisasi.
“Waktu jadi gubernur di DKI, Sunter itu ya kita mulai, sampai saya tak jadi gubernur, tanda tangan pun saya belum. Padahal sudah kita rencanakan, saya nggak tahu sekarang sudah apa belum,” ungkap Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Tahun 2022, di Gedung A.A Maramis Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2022).
Di tahun 2023 dia meminta proyek ini harus diselesaikan. Dia pun mencolek Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi soal penyelesaian proyek ini.
“Tapi saya sangsi, bukan karena pak Heru ya, tapi karena sejak dulu kayak gitu emang. 2023 ini hati-hati bisa mundur lagi,” ujar Jokowi.
(eva/eva)












