Selanjutnya, Plt Bupati menyampaikan bahwa permasalahan pemadaman listrik, termasuk untuk usulan peralihan jenis kabel tersebut harus secepatnya ditindaklanjuti.
“Saya menegaskan jika surat yang dilayangkan masih belum cukup membuat PLN megoptimalkan layanan listriknya, maka saya akan datang langsung menemui General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (S2JB) di Kota Palembang,”ujarnya.
Masih menurut Kaffah, kebutuhan listrik saat ini telah menjadi kebutuhan mendasar warga sehingga harus diprioritaskan dan tidak boleh berlarut-larut, apalagi Kabupaten Muara Enim merupakan daerah lumbung energi.
“Kebutuhan energi dalam hal ini listrik merupakan mendasar bagi warga maka itu hal ini harus menjadi prioritas dan tidak boleh berlarut-larut, apalagi Kabupaten Muara Enim merupakan daerah lumbung energi,”tuturnya.
Selanjutnya dalam pertemuan ini ditemukan pula titik terang dalam penyesaian permasalahan rendahnya tegangan listrik di Ayek Puteh, Kelurahan Muara Enim.
“Terkait permaslahan listrik di Ayek Putih kelurahan Muara Enim, tadi disampaikan bahwa paling lambat minggu depan PLN akan memasang infrastruktur penunjang aliran listrik di kawasan padat penduduk tersebut. Maka dari itu, kita bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas kesabaran maupun kerja sama semua pihak, terutama warga Ayek Puteh yang turut mendorong penyelesaian permasalahan aliran listrik ini,”ujarnya.
Kedepan dengan akan beroperasinya PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, maka Plt. Bupati-pun akan mengupayakan agar suplai listrik di Kabupaten Muara Enim menjadi prioritas nasional.
“Kita juga akan mengupayakan su0lai listrik di kabupaten Muara Enim menjadi prioritas nasiomal dengan telah dibangunnya PLTU Sumsel 8 di desa Tanjung Lalang kecamatan Tanjing Agung,”pungkasnya.












