UNGARAN, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Semarang berhasil memecahkan rekor Minum Kopi dengan Gula Aren.
Pemecahan rekor terlaksana setelah sebanyak 13.609 orang mengikuti kegiatan tersebut.
Rekor Minum Kopi dengan Gula Aren sebelumnya dipegang Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu pada 5 Desember 2017 dengan 3.823 orang.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan tujuan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk mengenalkan potensi kopi dan gula aren yang dimiliki Kabupaten Semarang.
“Potensi yang dimiliki sangat luar biasa, sehingga ini kembali kita angkat agar kopi dan gula aren Kabupaten Semarang semakin mendunia,” jelas Ngesti di Lapangan Panglima Besae Jenderal Sudirman di sela acara Kabupaten Semarang Expo, Sabtu (22/10/2022).
Ngesti mengungkapkan pada zaman dahulu kopi dinikmati dengan gula aren.
“Sehingga ini kembali kita kenang masa-masa itu, agar semakin banyak yang mengonsumsi sehingga produksi meningkat dan kesejahteraan petani bertambah,” paparnya.
Sementara Ari Andriani dari Perwakilan MURI mengungkapkan pada tahap awal ada 5.000 orang yang diusulkan.
“Ternyata setelah diverifikasi ada 13.609 orang yang mengikuti secara langsung di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dan hybrid di 19 kecamatan,” terangnya.
“Karena ini mengangkat komoditas perkebunan Kabupaten Semarang, sehingga usulannya diapresiasi Ketua MURI Jaya Suprana dan mendapat rekor,” kata Ari.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan peserta di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman Ambarawa tercatat 7.064 orang.
“Sementara yang di kecamatan, jumlah peserta kisaran 250 hingga 550 orang, sehingga total 13.609,” jelasnya.
Untuk membuat kopi dengan gula aren tersebut membutuhkan bahan yang disiapkan 136 kilogram kopi dan 272 kilogram gula aren.
“Kurang lebih per 100 cup minuman kopi gula aren dibutuhkan satu kilogram kopi dan dua kilogram gula aren,” kata Sunu.












