Pelanggan Sebut Distribusi Air PDAM Terlalu “Jujur”

Baturaja,  Masyarakat OKU Khususnya pelanggan PDAM Tirta Raja Baturaja sebut pelayanan dan distribusi air PDAM ke pelanggan terlalu “Jujur”.

“Terlalu jujur Air yang sampai kepelanggan sama dengan air sungai Ogan yang disedot oleh PDAM, Keruh,” kata Hastami salah seorang pelanggan PDAM Tirta Raja Baturaja kepada Portal ini, Selasa (25/4/2023).

Pria yang tinggal di RT 03 Ogan 4 Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur itu mempertanyakan bagaimana proses pengolahan air bersih yang dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Raja Baturaja sebelum didistribusikan dan dialirkan ke pelanggan.

“Jelas kami pelanggan sangat mengeluhkan hal itu, bagaimana pengawasan dari Pimpinan PDAM, atau Pimpinan PDAM hanya menerima laporan saja,” ujarnya.

Kondisi tersebut lanjutnya berlangsung secara terus menerus, bukan hanya kali ini saja.

 

“Sudah sering bukan baru kali ini saja, distribusi air dibatasi bahkan tidak lancar. Sekali mengalir airnya keruh, apakah air ini layak konsumsi padahal air ini merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat,”keluhnya.

Terpisah Her warga kelurahan Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur mengeluhkan air PDAM yang sudah satu Minggu tidak mengalir.

Keluhan itu diungkapkannya melalui status WhatsAppnya.

PDAM lah brpo hari ini idak idup. Mgkin nyedot Airnyo dari gurun sahara..” tulisnya di WA.

Dibincangi portal ini Her mengatakan air di kawasan Kemalaraja sudah hampir satu minggu tidak mengalir.

“Dari sebelum lebaran hingga sekarang belum mengalir,” singkatnya.

Sementara itu Kasubsi Humas PDAM Tirtaraja Baturaja Elfanco dikonfirmasi portal ini meminta agar pelanggan menyampaikan keluhan ke Nomer Center PDAM Tirta Raja Baturaja.

“Silahkan sampaikan keluhan ke Nomer Center kami bisa dilihat di IG, sebutkan lokasi dan keluhan insyallah pasti akan ditindak lanjuti,” katanya.

Dijelaskannya, untuk air keruh yang dikeluhkan warga, menurut Fanco hal itu biasanya disebabkan oleh lumpur-lumpur halus yang mengendap di pipa pelanggan hal itu dampak dari air yang tidak mengalir.

Untuk mengatasinya pelanggan bisa menghidupkan keran dan jangan ditampung tunggu hingga 15 menit hingga air tidak keruh lagi.

“Kalau masih juga keruh silahkan lapor ke center kami,” ujarnya.

Sedangkan untuk distribusi air yang tidak mengalir, diakui Fanco hal itu merupakan dampak dari debit air sungai yang naik, sehingga pompa intake tidak dapat beroperasi dengan baik karena endapan lumpur menghalangi penyedotan air baku dan terpaksa dihentikan sementara.

“Sekali lagi silahkan laporkan ke nomer center kami,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *