Miliaran Kepiting Alaska Menghilang dari Perairan Laut Bering

KOMPAS.com – Miliaran kepiting Alaska menghilang dari perairan Laut Bering di sekitar Alaska. Hal tersebut membuat panen krustasea itu, untuk pertama kalinya dibatalkan.

Dewan Perikanan Alaska dan Dewan Manajemen Perikanan Pasifik Utara mengumumkan pekan lalu bahwa populasi kepiting Alaska di perairan Laut Bering yang dingin dan berbahaya turun di bawah ambang batas peraturan untuk penangkapan dalam beberapa tahun terakhir.

Angka penurunan populasi kepiting Alaska itu tak main-main.

Menurut Benjamin Daly, peneliti di Alaska Departement of Fish and Game, seperti dikutip dari CNN, Selasa (18/10/2022) populasi menyusut dari sekitar 8 miliar pada 2018 menjadi hanya 1 miliar pada 2021.

“Kepiting Alaska sejauh ini merupakan yang paling melimpah dari semua spesies kepiting Laut Bering yang ditangkap secara komersial. Jadi saat jumlahnya menurun drastis itu membuat terkejut, apalagi penurunan terjadi tak terkecuali termasuk betina dan bayi-bayi kepiting,” ungkap Daly.

Pejabat setempat menyebut turunnya populasi kepiting Alaska hingga miliaran ekor ini dikarenakan penangkapan yang berlebihan.

Menurut Mark Stichert, koordinator pengelolaan perikanan dan kerang di departemen perikanan setempat, masih ada lebih banyak kepiting Alaska yang ditangkap di lautan.

Ia juga menambahkan survei yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2022, kepiting Alaska jantan menurun sekitar 40 persen. Dan ini angka yang menakutkan.

Namun pendapat lain datang dari Michael Litzow, direktur lab Kodiak untuk Perikanan NOAA.

“Bukan penangkapan yang berlebihan penyebabnya, itu sudah jelas,” katanya.

Litzow mengatakan perubahan iklim yang disebabkan manusia adalah faktor penting yang menyebabkan hilangnya miliaran kepiting Alaska itu.

Kepiting Alaska adalah spesies air dingin dan banyak ditemukan di daerah di mana suhu air di bawah 2 derajat Celsius.

Saat lautan menghangat dan es laut menghilang, lautan di sekitar Alaska menjadi tak ramah bagi spesies tersebut.

“Ada sejumlah studi atribusi yang telah melihat suhu tertentu di Laut Bering atau lapisan es Laut Bering pada tahun 2018, dan dalam studi atribusi tersebut mereka menyimpulkan bahwa suhu dan kondisi es rendah di Laut Bering adalah konsekuensi dari pemanasan global,” papar Litzow.

Suhu di sekitar Kutub Utara telah menghangat empat kali lebih cepat daripada bagian planet lainnya.

Perubahan iklim juga telah memicu hilangnya es laut dengan cepat di wilayah Arktik, khususnya di Laut Bering Alaska.

“Menghentikan penangkapan karena jumlahnya yang rendah serta melakukan penelitian yang berkelanjutan adalah upaya utama untuk memulihkan populasi kepiting saat ini,” ungkap Ethan Nichols, asisten ahli biologi manajen area di Alaska Departement of Fish and Game.

Meski kondisinya memprihatinkan, namun masih ada harapan. Beberapa kepiting Alaskan remaja mulai muncul.

Akan tetapi, setidaknya butuh 3 hingga 4 tahun lagi sebelum mereka mencapai usia dewasa dan berkontribusi pada pertumbuhan populasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *