SUMEKS.CO – Mencengangkan, dua ulama Tanah Air yakni, Ustaz Abdul Somad dan KH Idrus Romli sepakat menyatakan bahwa, M Quraish Shihab keluar dari jumhur ulama dan dominan pro ke Syiah.
Berkat ilmu yang dipelajarinya, Quraish Shihab banyak menafsirkan ayat Al Quran dan merangkamnya dalam salah satu kitab karangannya. Salah satu kitabnya yakni, Tafsir Al Mishbah.
Namun, dua ulama Tanah Air sekaligus pendakwah yang juga alumni Al Alzhar yakni, Ustaz Abdul Somad atau akrab disapa UAS, dan KH Idrus Romli memberikan pengakuan yang mengejutkan soal Quraish Shihab.
Dikutip dari kanal youtube @mazchu yang diunggah pada 24 Januari 2023, dengan judul Quraish Shihab Keluar Dari Jumhur Ulama, Menafsirkan Ayat Semaunya ~ UAS.
Cover video juga terdapat dituliskan caption “Blak-blakan! KH Idrus Romli & UAS Bongkar Siapa Quraish Shihab,” tulis judul di tampilan cover video yang berdurasi 10 menit 40 detik tersebut.
Pada kompilasi video yang ditampilkan, Quraish Shihab ditanya oleh salah satu jemaahnya, mengenai tafsir kitab Al Mishbah yang dianggap banyak mengutip dari ulama Syiah.
Lantas, Quraish Shihab menjelaskan bahwa tafsir dan pendapat itu bisa diambil dari mana saja. Sekalipun tafsirnya diambil dari orang Barat dan orang syiah.
“Saya kutip siapa saja. Non muslim pun saya kutip. Saya berpendapat syiah itu ada yang kafir, ada yang muslim,” kata Quraish Shihab.
Kemudian, slide video selanjutnya menunjukkan KH Idrus Romli membeberkan tentang tafsir Al Mishbah karya Quraish Shihab yang diduga memiliki beberapa penafsiran yang diambil dari ulama syiah.
“Kalau beliau dibilang pakar tafsir ya nggalah, wong itu cuma comot-comot saja. Ya, kalau dibanding dengan yang ga ngerti sama sekali, ya pakar. Tapi kalau dianggap ahli tafsir kayak yang dulu ya ngga,” ucap KH Idrus Romli.
Tak sampai disitu, KH Idrus Romli juga secara gamblang menyebutkan bahwa Quraish Shihab lama-lama terpengaruh syiah dan akhirnya membela syiah lalu menukis buku berjudul sunnah syiah bergandengan tangan.
“Quraish Shihab ini lama-lama terpengaruh syiah, dan akhirnya membela syiah, lalu menulis buku berjudul sunnah syiah bergandengan tangan,”.
“Akhirnya dibantah oleh teman saya di Ponpoes Sidogiri dengan judul ‘sunnah syiah, mungkinkah bergandegan tangan,” ujar KH Idrus Romli. *












