SUMEKS.CO – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyatakan belum bisa memvalidasi serangan drone ke Istana Putin.
Namun dia menyatakan telah mendapatkan laporan serangan pesawat tanpa awak itu.
Namun tuduhan Kremlin terhadap Kyiv belum dapat divalidasi Otoritas Ukraina balik menuding jika serangan drone ke Istana Putin, rekayasa semata pihak Kremlin.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, muncul mengeluarkan pernyataan bahwa sangat tidak mungkin Ukraina membunuh presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan drone.
Juru bicara pemerintah Ukraina mengakui saat tengah mempersiapkan serangan balasan.
Namun untuk melakukan serangan pesawat tanpa awak ke Istana Putin tidak masuk dalam mobilisasi militer.
Jubir Mikhalyo Podolyak justru menuding Kremlin lah yang merekayasa serangan drone tersebut.
Menurut Moskow sendiri, puing-puing drone masih berjatuhan di Kremlin. Namun, tidak ada yang terluka, termasuk Putin.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin sedang bekerja di kediamannya di dekat Moskow pada Rabu 3 Mei 2023.
Malam sebelumnya, dia berada di Saint Petersburg dalam kunjungan resmi, di mana dia bertemu dengan direktur Teater Opera dan Balet Mariinsky.
Dalam laporan terbarunya bahwa pihaknya tidak melihat tanda-tanda kerusakan pada kubah Kremlin, yang diduga dihantam oleh drone. Tetapi beberapa orang berjalan di atas gedung.
Sementara itu, beberapa akun media sosial membagikan gambar penyerangan tersebut.
Salah satunya melibatkan kendaraan terbang yang meledak menjadi bola api di atap isatana senat, bendera Rusia diatasnya dari salah satu bangunan utama kompleks Kremlin.
Video tersebut belum dapat diverifikasi. Pihak berwenang Rusia belum mengomentari hal ini.
Ukraina sendiri mengatakan “tidak ada hubungannya” dengan insiden itu. Bahkan Kiev menduga peristiwa itu adalah “rekayasa” Moskow.
“Ukraina tidak menyerang Kremlin karena, di atas segalanya, itu tidak menyelesaikan tujuan militer,” kata juru bicara presiden Mihhaylo Podoljak.
Memang, Kiev sedang mempersiapkan serangan balasan besar-besaran untuk mendorong pasukan Moskow kembali melakukan serangan selama setahun.
Namun Podoljak mengatakan menyerang Kremlin akan sangat kontraproduktif dalam hal persiapan invasi ke Ukraina.
“Ini hanya akan memprovokasi Rusia untuk melakukan tindakan yang lebih radikal,” tegasnya.
Sebelum drone menyerang kediaman Putin, Rusia mengeluarkan pernyataan tentang beberapa tindakan sabotase di Ukraina dalam beberapa hari terakhir.
Ini melibatkan sabotase kereta sebelum perayaan kemenangan Perang Dunia II.
Peristiwa 9 Mei adalah saat Rusia merayakan kemenangan Uni Soviet atas Nazi dengan parade militer besar-besaran. Itu telah menjadi acara utama pemerintahan Putin.
Peskov mengatakan pawai di Moskow berjalan seperti yang diharapkan.
Menurutnya, tidak ada perubahan rencana dan Putin akan tetap berpartisipasi sesuai rencana.












