Letkol Jecky Zulkarnain Akhirnya Minta Maaf, Orang Tua Korban Penganiayaan Cabut Laporan di Denpom

Palembang,  Komandan Denhardam II / Sriwijaya Letkol Jecky Zulkarnain akhirnya meminta maaf kepada Tri Sopyan Diono (40) orang tua MN bocah 11 tahun yang telah dianiayanya di musholah tak jauh dari markas Denhardam II Sriwijaya di Jalan Yasin Sama, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilit Timur II Palembang pada Selasa (16/5/2023) lalu.

Tri Sopyan Diono juga sudah menerima permintaan maaf Letkol Jecky Zulkarnain dan mencabut laporannya di Denpom II /Sriwijaya. Kini Letkol Jeki Zulkarnain dan Tri Sopyan Diono telah melakukan perdamaian secara keluargaan dengan difasilitasi pihak Bekangdam II Sriwijaya.

Dihadapan wartawan Tri mengaku antara dirinya dengan Letkol Jecky telah sepakat untuk melakukan perdamaian secara kekeluargaan. “Saya juga telah menerima permintaan maaf pak Jecky tanpa ada paksaan dari pihak manapun dalam lubuk hati saya juga sudah memaafkan kesalahan pak Jecky,”kata Tri kepada wartawan Selasa (23/5/2023).

Tri juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Bekangdam II Sriwijaya yang telah memfasilitasi perdamaian antara dirinya dengan Letkol Jecky termasuk pelimpahan surat laporan sampai pencabutan laporan di Denpom II Sriwijaya.

Sementara itu, Letkol Jecky Zulkarnain mengaku sangat berterima kasih atas kelapangan dada Tri Sopyan Diono yang telah memaafkan atas kesilapan maupun kesalahan terhadap anaknya.

Saya meminta maaf atas kekhilafan yang sudah saya lakukan terhadap anak pak Dino,” katanya.

Jecky juga mengucapakan terima kasih atas diterimanya permintaan maafnya terhadap Tri.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kelapangan hati pak Dino atas kelapangan dadanya sehingga memaafkan kekhilafan yang sudah saya lakukan,” bebernya.

Permintaan maaf ini pula tertuang dalam surat kesepakatan perdamaian yang turut ditandatangani kedua belah pihak dan Kabekangdam II/Sriwijaya Kolonel Cba Fajar Raharjo.

Diberitakan sebelumnya, perilaku arogansi kembali ditunjukkan oknum anggota TNI. Kali ini oknum anggota TNI dari matra Angkatan Darat menjabat Komandan Denhar Dam II / Sriwijaya berpangkat Letkol ZK.

Letkol ZK diduga telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap bocah berusia 11 tahun berinisial MN di musholah tak jauh dari markas Denhar di Jalan Yasin Sama, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilit Timur II Palembang pada Selasa (16/5/2023) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD tersebut menjadi korban penganiayaan lantaran diduga berawal dari perselisihan korban dengan anak Letkol ZK di mushola di Jalan Yasin Sama, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI tersebut terekam CCTV dan viral di media sosial.

Ditemui dikediamannya Tri Sopyan Diono (40) ayah korban menceritakan kejadian penganiayaan yang dialami anaknya saat anaknya sholat magrib di mushola saat itu anaknya sempat cek cok dengan anak Letkol ZK.

“Anak saya dibokongi oleh anak pelaku bokongi saat berada didalam mushola karena anak saya tidak senang lalu dibalasnya sehingga terjadilah saling bodi dengan anak pelaku. Anak pelaku pun langsung mengadu ke orangtuanya (pelaku),” ujar ayah korban.

Tidak lama setelah itu, Letkol ZK datang ke mushola untuk mencari korban setelah bertemu Letkol ZK langsung mencekik korban lalu mengangkat kerah baju korban.

Sambil mengangkat korban, Letkol ZK juga mengancam akan memukul korban.

“Sekali saya tinju kau langsung mati. Aku pukul kau,” cerita ayah korban meniru perkataan Letkol ZK.

Karena kondisi saat itu sedang ramai orang, Letkol ZK pun tidak jadi memukul korban, namun korban yang saat itu dalam kondisi menangis langsung diseret menuju markas Denhar.

Didalam ruangan itu anak saya diberlakukan bak teroris, ia dipaksa duduk di sudut ruangan, padahal anak saya saat itu sedang menangis karena takut,” ujarnya.

Sementara oknum tersebut, kata dia langsung masuk ke ruangannya dengan meninggalkan korban begitu saja.

Saat mendapat kabar saya pun langsung bergegas menghampiri anak saya. Benar saja saat itu anak saya terisak tangis karena ketakutan.

Anak saya saat itu langsung minta tolong dengan saya dengan kondisi sedang menangis ketakutan,” ucapnya.

Ia pun langsung memeluk anaknya yang sedang ketakutan tersebut, sementara pelaku tak sedikit pun mengeluarkan batang hidungnya dari dalam rumahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *