Ketika Jokowi Dinilai Terlalu Ikut Campur Urusan Pilpres 2024…

“Seolah ia melupakan dan tidak menganggap ada peran banyak pihak di balik capaian yang ia peroleh,” terang Umam.

Cerita Jokowi tentang dua kali kemenangan dalam kontestasi perebutan kursi RI-1 tak hanya menyinggung Prabowo, tapi juga menyentil Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Umam menjelaskan Megawati juga pernah mengalami dua kali kekalahan dalam gelaran Pilpres yakni pada 2004 dan 2009.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Jokowi seolah lupa bahwa Prabowo mengusungnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012, dan Megawati mendukungnya pada Pilpres 2014 dan 2019.

Nature kekekuasan bisa mengubah banyak hal. Termasuk mengubah individu yang semula dikenal rendah hati, menjadi merasa tinggi hati karena segenggam kekuasaan yang ia pegang,” ungkapnya.

Umam lantas menyarankan agar Jokowi lebih sensitif dalam melakukan komunikasi politik.

“Sebaiknya Jokowi kembali memahami nasihat ‘ojo dumeh’, atau jangan mentang-mentang, karena dibalik capaian dan prestasi kita, selalu ada peran orang lain dibelakangnya,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *