KENA LHO! Merasa Tertipu, Anak Buah Egianus Kogoya Menyerah, Dijanjikan Hidup Enak, Diberi Uang Banyak

SUMEKS.CO – Mengaku ditipu serta tidak tahan hidup kelaparan di dalam hutan, 1 anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) Papua menyerahkan diri.

Tenius Taburi adalah mantan anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Dia berjanji kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan meninggalkan KKB.

Tenius mengaku awal mula bergabung dengan KKB karena dijanjikan hidup enak, diberi banyak uang serta semua kebutuhannya akan dipenuhi KKB.

Bujuk rayu KKB inilah yang membuatnya terbuai.

Tak Cuma dirinya, sebagian besar masyarakat yang bergabung dengan KKB terbuai janji manis Egianus Kogoya.

Namun seiring berjalannya waktu, dirinya sadar sudah ditipu.

Setiap hari hidup mereka harus menahan lapar dalam hutan, tak ada logistik dan selalu cemas karena terus diburu TNI/Polri .

Ditambah lagi KKB tidak solid. Mereka terpecah dalam beberapa kelompok kecil dan bergerak sendiri-sendiri.

“Setiap hari kita selalu bertengkar dengan kelompok kita sendiri,” ujarnya, dikutip dari kanal youtube Cenderawasih.

Selama bergabung dengan KKB, Tenius mengaku tertekan dan berada dalam hidup yang bertentangan dengan hati nuraninya.
Kekejaman Egianus Kogoya yang menyiksa, mengancam bahkan membunuh warga Papua yang enggan membantu pergerakan mereka sangat bertentangan dengan tujuan yang digembar gemborkan Egianus Kogoya untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

Itulah, selama bergabung dengan KKB batinnya menjerit.

Bagaimanapun warga Papua tidak bersalah dan mereka adalah saudara mereka sendiri.

Semasa bergabung dengan KKB Tenius mengaku pernah beberapa kali ikut dalam kontak senjata dengan TNI/Polri.

Kini dirinya ingin hidup damai kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi

Tenius telah meninggalkan KKB yang membuat onar dan menyengsarakan rakyat Papua sendiri.

Proses penyerahan diri Tenius disaksikan tokoh adat masyarakat  Papua Yohanes, Dankolaksops Operasi pencarian pilot susi air Brigjen TNI Sembiring.

Sembiring menegaskan kelompok KKB tidak boleh bergabung.

Strategi mereka mengepung, menahan dan memisahkan pergerakan KKB dalam kelompok-kelompok kecil adalah langkah strategis untuk memecah kekuatan KKB.

Dia meyakini operasi ini akan berhasil.

Tak lama lagi KKB akan berhasil ditindak.

Sembiring juga menegaskan, operasi pencarian pilot susi air yang di sandera KKB pimpinan Egianus Kogoya akan terus berjalan sampai sang pilot berhasil dibebaskan dan KKB berhasil ditumpas.

Sementara itu, janji KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) mensejahterakan masyarakat Papua adalah omong kosong.

Sebaliknya, mereka justru menyengsarakan rakyat.

Tak cuma pendatang. Penduduk asli Papua mengaku diperas dan dipaksa menyerahkan uang untuk KKB. Jika tak punya, harta mereka akan dirampas.

Mengutip  akun youtube @Milenial,  Yono pedagang sembako diseputaran Intan Jaya Papua yang berdekatan dengan markas TNI mengaku dipalak dan diminta menyerahkan uang Rp 10 juta.

Uang itu untuk menggelar upacara bakar batu dalam menyambut pimpinan KKB yang mereka sebut dengan panglima besar.

Karena tidak punya uang, KKB memaksa Yono menjual sepeda motor miliknya. Yono diberi waktu 3 hari untuk menjual sepeda motornya itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *