PALEMBANG– SUMEKS.CO– Jemaah Calon Haji, JCH Bangka Belitung (Babel) mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari Bandara Amir Depati Pangkalpinang, setelah menginap di Arama Haji Antara Pangkalpinang Babel.
Jemaah Babel ini dari Depati Amir menggunakan pesawat Garuda Indonesia GIA, kemudian transit di Bandara SMB 2 Palembang, baru dilanjutkan atau diberangkatkan menuju ke Madinah dengan pesawat Saudi Arabia Airlines.
Jadi termasuk jemaah Babel ini masih gelombang pertama Embarkasi Palembang.
Jemaah provinsi Babel kloter 8 ini berasal dari kabupaten Belitung, Kabupatem Beltim, Kabupaten Basel, dan Kabupatem Bateng.
Keberangkatan dilanjutkan besok 5 juni dari kloter 9 dan kloter 10 pada 6 Juni, juga dari Babel
PJ Gubernur Dr Suganda mengatakan, tidak semua umat Islam bisa melakukan atau menunaikan ibadah haji.
Selain panggilan, seorang harus bersabar melewati masa tunggu. Saat ini di Babel butuh waktu 27 tahun masa tunggu usai mendaftar. PJ Gubernur Dr Suganda PP menyalami Jemaah calon haji Babel —
Maka menjadi sangat istimewa bisa berangkat. PJ yang juga Sekjen Ombudsman RI ini menepuk pundak jemaah haji termuda Babel kloter 8, Hafizh Raihan yang kini berusia 19 tahun.
Ya ini pelajaran, orang tuanya mendaftarkan haji anaknya sejak TK. “Sebuah teladan,” kata PJ Gubernur Babel Suganda.
PJ Gubernur ini di dampingi istri dan Kakanwil Kemenag Babel H Tumiran Ganefo, dan pejabat dari Polda Babel.
Di tempat terpisah Kementerian Agama meminta maskapai Garuda Indonesia agar komitmen dengan jadwal penerbangan jemaah haji yang sudah disepakati.
Penegasan ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab menyusul adanya sejumlah perubahan jadwal penerbangan jemaah haji Indonesia yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia
Sampai hari ini, sudah ada 183 kelompok terbang (kloter) dengan 69.327 jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sebanyak 102 kloter di antaranya diterbangkan dengan Garuda Indonesia. Dari proses evaluasi selama 13 hari masa pemberangkatan, telah terjadi sejumlah perubahan jadwal penerbangan Garuda.
Antara lain: kloter 29 Embarkasi Solo (SOC 29), SOC 32, dan SOC 33; kloter 12 Embarkasi Medan (KNO 12); kloter 28, 29, dan 30 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 28, JKG 29, dan JKG 30), serta kloter 4 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 04).
“Sudah ada jadwal yang disepakati bersama antara Kemenag dan Garuda Indonesia. Maskapai benar-benar komitmen,” tegas Saiful Mujab di Jakarta, Minggu 4 Juni 2023.
Menurut Saiful Mujab, pelaksanaan jadwal penerbangan secara tepat dan ketat perlu dilakukan karena berkaitan dengan proses mobilitas jemaah pada setiap tahapannya.
Jadwal penerbangan itu sudah diinformasikan ke semua jemaah berikut tahapan keberangkatan mereka dari masing-masing Kabupaten/Kota menuju embarkasi.
Jika terjadi perubahan, maka itu akan berdampak pada tahapan-tahapan lainnya, termasuk di Madinah dan Makkah.
Perubahan jadwal penerbangan, bisa memberikan efek domino pada tahapan kegiatan jemaah haji, baik di asrama haji, Madinah, dan Makkah. Apalagi, kedatangan jemaah di Madinah juga terkait dengan masa pelaksanaan Arbain (salat wajib berjemaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi) dan masa tinggal mereka, sebelum diberangkatkan ke Makkah.
Penerbangan gelombang pertama dari Embarkasi di Indonesia menuju Madinah akan berlangsung hingga 7 Juni 2023.Sementara penerbangan jemaah haji gelombang kedua menuju Jeddah lalu ke Makkah akan mulai berlangsung pada 8 Juni 2023. Proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air ini akan berakhir pada 22 Juni 2023.












