Info Kepemilikan Saham Arema FC Terkuak, Tragedi Kanjuruhan Tetap Jadi Fokus

Iwan Budianto, selaku Direktur Utama Arema FC, yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI memiliki saham mayoritas sebesar 3.750 lembar saham atau senilai Rp 3.750.000.000.

Manajemen Arema FC tak menanggapi soal informasi tersebut. Mereka memilih fokus untuk membuka Crisis Center 2 di Kandang Singa, sebutan kantor Arema FC, hingga 9 November 2022.

Crisis center pertama dibuka untuk melalukan pendataan korban tragedi Kanjuruhan yang membutuhkan bantuan. Sedangkan yang kedua ini dikhususkan pada korban yang perlu pemulihan trauma dan bantuan hukum.

Bacaan Lainnya

“Sejak awal tragedi Kanjuruhan, kami mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk memberikan bantuan. Setiap perkembangan kami ikuti dengan detail, untuk memastikan korban sudah tertangani apa belum,” kata Gilang Widya Pramana, pria yang biasa disapa Juragan 99.

“Ke depan, kami melebarkan fungsi dari crisis center ini sendiri. Selain bantuan untuk korban berupa santunan, kami juga memfasilitasinya dengan trauma healing dan bantuan hukum bagi yang membutuhkan,” katanya menambahkan.

 

Untuk lebih bisa menjangkau Aremania dan berbagai pihak yang terdampak tragedi Kanjuruhan, maka dibuka hotline untuk mendapatkan akses layanan tersebut di nomor 0896-1334-2090.

Syarat untuk mendapatkan distribusi bantuan korban luka adalah melampirkan KK, KTP, surat keterangan dari pusat layanan kesehatan seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit, bukti rekam medis, dan bukti-bukti dokumen lain yang mendukung.

Posko crisis center Arema FC berada di Jl. Mayjen Panjaitan 42 Kota Malang, buka dari Senin sampai Jumat pukul 10.00 – 16.00 WIB.

Khusus Sabtu, posko dibuka pukul 10.00 – 14.00 WIB, sementara hari Minggu tutup.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *