HOT NEWS! Aparat TNI-Polri Waspadai Tiga Sosok Pembelot Ini, Nomor 3 Paling Dicari

SUMEKS,CO – Kelompok Separatis KKB Papua merupakan kelompok garis keras dalam mendukung upaya Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang tidak hanya melibatkan warga sipil Papua.

Namun juga ternyata, melibatkan para mantan prajurit TNI-Polri untuk membelot dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tercatat, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, ada tiga orang mantan prajurit TNI-Polri yang membelot ke KKB Papua.

Bahkan, diantaranya dinobatkan sebagai pentolan suatu kelompok Papua yang saat ini menjadi incaran aparat TNI di Papua.

Berikut tiga mantan prajurit TNI yang membelot membela KKB Papua yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Lukius Y Matuan

Lukius diduga membelot ke KKB Papua di Kabupaten Intan Jaya yang dipimpin Sabinus Waker.

Cap penghianat pun disematkan kepada mantan prajurit TNI berpangkat Prajurit Satu (Pratu) tersebut.

Pratu Lukius bergabung bersama Yonif Raider 400 dan pada saat itu sempat ditugaskan di Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021.

Tercatat Lukius meninggalkan pasukan pada 12 Februari 2021

Pada saat meninggalkan kesatuan tidak ada senjata yang dibawa oleh Lukius, hanya membawa sejumlah amunisi, yakni dua buah magasin berpeluru 5,56mm

2. Senaf Senoll

Senaf Senoll adalah pecatan anggota TNI tahun 2018 lantaran terlibat jual beli amunisi senjata api di Kabupaten Mimika Papua.

Dia memilih membelot dan bergabung dengan KKB Papua tahun 2018

Senaf Senoll diketahui dipecat dari kesatuannya berdasarkan putusan Mahkamah Militer III-19 Jayapura, yang diadili Ganga kehadiran terdakwa Senaf Senoll (In Absensia).

Senaf dinyatakan bersalah dan dipecat dari dinas militer karena terbukti melakukan tindak pidana Desersi dalam waktu damai.

Senaf dalam hal ini melakukan ketidakhadiran dinas tanpa izin dalam waktu lebih dari 30 hari secara berturut-turut.

Hal itu diduga dilakukannya saat hendak ditangkap pada 10 September 2018 karena terlibat penjualan amunisi ke masyarakat, dia tak kooperatif dan malah melarikan diri ke hutan.

Pada Agustus 2020 Senaf diduga kuat sebagai dalang dari pembunuhan staf Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Yahukimo, Hendry Jovinski.

Kala itu, kepolisian menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap pelaku atas nama Ananias Yalak alias Senat Soll yang hingga saat ini belum tertangkap.

3. Yotam Bugiangge

Yotam Bugiangge merupakan pecahan TNI yang Kabir dari kesatuannya apda 17 Desember 2021.

Yotam sebelumnya bertugas di Batalyon Infantri 756/MWS di Kompi C Senggi Kabupaten Keerom, Satuan ini ada dibawah kendali Kodim Jayawijaya.

Pada saat itu Yotam kabur membawa senjata api jenis SS1 V1 tanpa amunisi, setelah melakukan desersi, Yotam Bugiangge resmi dipecat dari TNI pada medio 2022.

Pihak TNI mengatakan, Yotam Bugiangge kabur ke Nduga yang merupakan kampung halamannya.

Yotam Bugiangge sempat bergabung dengan Egianus Kogoya dan melakukan sejumlah aksi kejahatan.

Mereka bekerja sama dalam pembunuhan anggota Polri Bripda Diego Rumaropen dan membawa kabur senjata steyr dan AK 45 milik korban pada Juni 2022.

Yotam dan Egianus Kogoya juga terlibat dalam aksi pembantaian warga sipil di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Nduga yang menewaskan 12 orang pada Juli 2022.

Yotam Bugiangge juga diduga terlibat dalam penembakan yang menewaskan dua warga di Yahukimo pada 8 maret 2023. *

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *