SEMARANG, sport.suaramerdeka.com– Pelaku pembunuhan bos pengisian air minum isi ulang di Jalan Mulawarman, Kramas, Tembalang Semarang membeberkan kronologi pembunuhan tersebut.
Pelaku utama, Muhammad Husein, menghabisi Irwan Hutagalung, 56, yang juga bosnya, ketika korban sedang tidur lelap, pada Kamis malam pekan lalu. Saat pelaku mutilasi korban, ternyata dalam kondisi masih hidup.
Korban yang tertidur lelap di ruangan tengah, pipi sebelah kanannya di tusuk linggis. Kemudian tak berapa lama giliran pipi sebelah kiri. Pelaku kemudian pergi ke angkringan untuk minum. Korban tega menghabisi karena motif sakit hati,
“Posisi korban sedang tidur nyenyak Kamis malam, jam 20.30 WIB. Setelah dua kali tusukan, saya tinggal keluar dulu,” kata Husein saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Rabu, 10 Mei 2023.
“Terus sekitar jam 04.00 pagi saya masuk lagi. saya mulai eksekusi lagi,” ujarnya.
Kemudian dia mulai potong bagian leher di ruang tengah menggunakan pisau dapur.
Saat pelaku mutilasi korban, bosnya itu masih bernapas. Karena terdengar suara ngorok. Kemudian tangan sebelah kanan, terus tangan sebelah kiri dan dimasukkan ke dalam karung.
“Terus mayat saya seret ke samping, soalnya sana kan jarang ada yang akses, kecuali saya. iya, sekitar satu harian, hari Sabtu sore dicor. Semen ambil di rumah korban, di Sumur Boto, pasir dari sana hari Sabtu,” terangnya.
Setelah dimasukkan karung, cuma dilumuri semen, karena mau dimasukkan . lubang tidak cukup. Setelah dicor dia keluar di tempat usaha, membuang karpet, tas dan barang bukti yang lain.
Dia juga mengambil uang hasil penjualan galon pada hari itu.
“Rp7 juta buat senang-senang, makan rokok, nyari cewek di. Saya ajak pedagang angkringan,” ucapnya.
Dia tega melakukan pembunuhan sadis karena s sakit hati, sering dipukuli. Karena setiap ada kesalahan kecil, pasti dia main tangan. contoh ada pesanan galon, harusnya 15, dia bilang 14.
“Padahal yang salah omong dia. Salah jualin, harganya mesin RO buat pengisian ulang,” ceritanya.
Husein sudah satu bulan kerja di depot air minum isi ulang satu bulan lalu, sejak awal puasa.
Sebelumnya dia kerja di Warmindo dan disana dia kenal, karena supliyer galon.
Dia juga mencuri uang karena butuh hiburan.
“Saya juga butuh buat senang-senang, ngurangin beban pikiran,” terangnya.
Korban mengaku dipukul dibagian mata, pelipis, kepala. Sering dipukul sejak pertengahan puasa, pakai tangan kosong. ***












