4 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

KOMPAS.com – Asupan zat besi yang cukup sangat penting bagi tubuh kita.

Sebab, zat besi membantu menghasilkan sel darah merah dan mendukung pertumbuhan fisik serta otak.

Kekurangan zat besi bisa membuat kita rentan mengalami anemia.

Anemia adalah kondisi di mana darah tidak membawa oksigen yang cukup ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, Anda harus mewaspada ketika tubuh menunjukan tanda-tanda kekurangan zat besi.

Tanda kekurangan zat besi

Ada beberapa gejala yang ditunjukan oleh tubuh ketika kekurangan zat besi. Berikut tanda-tanda tersebut:

1. Kelelahan

Kelelahan adalah gejala paling umum dari kekurangan zat besi.

Gejala ini mungkin sulit dideteksi, karena orang dapat terbiasa dengan kehidupan yang sibuk dan merasa lelah.

Kekurangan zat besi menyebabkan lebih sedikit oksigen yang mencapai jaringan, sehingga tubuh Anda kekurangan energi yang dibutuhkan.

Jika kelelahan Anda disertai dengan perasaan lemah, mudah tersinggung, atau tidak dapat fokus, hal ini adalah pertanda awal bahwa tubuh Anda kekurangan zat besi.

2. Pucat

Anda mungkin terlihat pucat jika tubuh Anda memiliki lebih sedikit sel darah merah.

Pucat terjadi karena kurangnya aliran darah. Perubahan waena ini biasanya muncul di bagian dalam bibir, gusi, dan kelopak mata bawah.
Jika warnanya kurang merah dari biasanya, zat besi yang rendah mungkin menjadi penyebabnya.

Jika Anda tiba-tiba menjadi pucat di seluruh tubuh Anda atau mengalami sesak napas dan tinja berdarah, segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda.

3. Mudah Sesak Nafas

Tidak peduli seberapa dalam Anda bernapas, jika kadar oksigen Anda rendah, Anda akan merasa kehabisan udara.

Sesak nafas bahkan bisa terjadi ketika Anda melakukan aktivitas ringan.

Bahkan saat beristirahat pun, Anda bisa merasakan sesak nafas saat tubuh kekurangan zat besi.

4. Sakit kepala

Tubuh yang kekurangan zat besi akan memprioritaskan mendapatkan oksigen ke otak Anda daripada jaringan lain.

Meskipun demikian, suplai oksigen ke kepala tetap tidak tercukupi.

Akibatnya, arteri otak bisa membengkak dan menyebabkan sakit kepala.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *