“Kenapa kami memilih pasar Indonesia untuk menjadi hub pusat manufaktur untuk Chery.
Ada beberapa pertimbangan. Pertama, negara ini dari segi ekonomi dan potensi, pasar ini memiliki pertumbuhan yang potensial dan juga volume besar bisa terjual di pasar ini,” kata dia.
“Kami tidak memilih satu negara untuk memproduksi dan mendukung penjualan kami,” ungkap Shawn.
“Karena Indonesia adalah pasar besar untuk industri otomotif.
Juga karena populasi besar, pertumbuhan ekonomi, dan juga biaya tenaga kerja yang tidak terlalu tinggi,” kata Shawn. Sebelumnya, Shawn mengatakan, pabrik di Indonesia nantinya akan menjadi pusat produksi mobil setir kanan.
Di mana mobil-mobil tersebut akan diekspor ke seluruh negara yang menganut setir kanan, seperti Australia, Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam.












