Sebagian pecinta durian kerap dibayang-bayangi kekhawatiran ketika menikmati buah kesukaannya, apakah durian bisa menyebabkan kolesterol tinggi? Seperti diketahui, buah berjuluk The King of Fruit ini digandrungi sebagian kalangan. Cita rasanya yang manis, creamy, dan punya aroma khas membuat durian banyak digemari. Untuk menjawab kekhawatiran di atas, simak penjelasan fakta nutrisi durian berikut ini.
Apakah durian bisa menyebabkan kolesterol tinggi? Kabar baik bagi pecinta durian, durian tidak bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Sebaliknya, buah ini justru bisa membantu menurunkan kolesterol jahat dan trigliserida. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kadar kolesterol durian dianggap nol karena tidak signifikan. Untuk diketahui, tidak ada tanaman sepeti sayur dan buah yang mengandung kolesterol tinggi. Kolesterol umumnya terdapat dalam makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti daging, jeroan, kulit, makanan laut, gorengan, atau susu full cream. Dikutip dari RafflesMedicalGroup, kandungan durian justru asam lemak tak jenuh tunggal. Senyawa ini dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida di dalam tubuh.
Nutrisi durian Dilansir dari Healthxchange, berikut kandungan gizi durian dalam 100 gram atau sekitar 3 butir: Kalori: 160 kkal Protein: 2,5 gram Lemak total: 2,8 gram Lemak jenuh: 0,85 gram Serat: 3,1 gram Karbohidrat: 31,1 gram Kolesterol: 0 mg Natrium: 8 mg Meskipun sudah ada jawaban melegakan dari apakah durian bisa menyebabkan kolesterol tinggi, tapi Anda sebaiknya tetap tidak berlebihan mengonsumsi buah ini, terutama bagi penderita diabetes. Pasalnya, durian termasuk buah yang tinggi kalori. Selain itu, efek samping makan durian berlebihan bisa menyebabkan gula darah melonjak. Tiga butir durian kandungan gulanya setara dengan separuh kaleng minuman cola. Jadi, penderita diabetes sebaiknya cukup makan satu sampai dua butir durian saja.












