Keluarga Bayi Meninggal dan Puskesmas Saling Memaafkan, Tapi Tunggu Surat Kemenkes

Palembang, sumselupdate.com – Terkait peristiwa meninggalnya seorang bayi yang diduga kuat usai menerima imunisasi Hepatitis B-0, Kepala Puskesmas Pembina Palembang, Desna RA, menyatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya bayi tersebut.

Ketika ditemui wartawan di puskesmas Pembina, jalan Ahmad Yani, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Desna RA mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan resmi, karena masih menunggu surat keterangan hasil dari Kementerian Kesehatan.

“Peristiwa itu sudah sampai ke Kementerian, dan kami telah menyerahkan itu semua ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Jadi disini kami tidak berhak memberikan keterangan terkait bayi meninggal itu, yang berhak itu Dinkes, karena puskesmas dibawah Dinkes,” ungkap Desna RA, dibincangi wartawan, pada Senin (8/1/2024) pagi.

Pihak puskesmas Pembina sendiri, diakui Desna, menyayangkan curhatan dari orang tua bayi di media sosial hingga viral, yang menyatakan usai disuntik imunisasi di puskesmas Pembina, bayinya tidak mau minum ASI dan tak henti menangis, lalu dinyatakan meninggal usai dirawat selama 29 jam di rumah sakit Bari Palembang.

“Pihak keluarga bayi dan kami sudah saling memaafkan secara lisan, tapi orang tua bayi belum memberikan klarifikasinya di medsos karena juga masih menunggu hasil,” terangnya.

Masih kata Desna, imunisasi Hepatitis B-0 merupakan imunisasi dasar untuk bayi yang baru lahir, dimana bertujuan untuk mencegah beberapa penyakit.

“Ini memang program nasional, yang dimana ada beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi awal pada bayi,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bayi perempuan bernama Adiba Huba Azzahra, anak dari pasangan Sandi Arianto dan Mesye Sindi Nurman, warga lorong Sadar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, meninggal dunia saat beberapa jam dirawat di rumah sakit Bari Palembang, pada Kamis (28/12/2023) lalu, sekitar pukul 18.30 WIB.

Pasangan suami istri Sandi Arianto san Mesye Sindi Nurman, baru saja menyambut kelahiran anak keduanya tersebut pada Senin 25 Desember 2023, di rumah sakit AK Gani Palembang. Lalu di perbolehkan pulang pasca melahirkan, namun dokter atau perawat menyarankan bayinya untuk disuntik imunisasi HB-0 di puskesmas dikarenakan dosis di rumah sakit AK Gani kosong.

“Awalnya lahir normal tanpa jahitan, kata dokter ibu dan anak sudah sehat jadi boleh pulang, cuma karena kondisi HB-0 nya kosong disarankan suntik HB-0 di puskesmas. Sesudah diimunisasi HB-0 di puskesmas Pembina Plaju, disarankan diberi ASI, tapi anak saya tidak mau, dia terus menangis dan nafasnya terlihat ngap-ngapan (kondisi nafas tak stabil –red). Bahkan sampai ke rumah pun dia tidak mau diberi ASI,” ungkap ibu korban bayi, Mesye diwawancarai wartawan di rumahnya, pada Sabtu (30/12/2023).

Khawatir dengan kondisi anaknya, lanjut Mesye, ia pun kembali membawa anaknya ke puskesmas Pembina, namun pihak puskesmas menyarankan agar membawa bayi tersebut ke IGD RS Muhammadiyah Palembang.

“Sampai di Muhammadiyah, karena alat cuma seadanya dikasih dua pilihan rujukan mau RSUP Muhammad Hoesin atau RSUD Bari. Karena dekat saya pilih RSUD Bari, sebab kondisi anak sudah tak henti ngap-ngapan,” terangnya.

Sempat dirawat satu hari di RSUD Bari, namun takdir berkata lain, pada Kamis (28/12/2023) bayi perempuan tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB.

Mesye hanya bisa berharap segera mengetahui penyebab bayi perempuannya itu meninggal dunia.

“Saya ingin tahu kalau anak saya itu sakitnya apa,” pungkasnya.

Pos terkait