Menyoal Capres PDI-P 2024 dan Pertaruhan Trah Soekarno di Partai Banteng

Siti yakin, PDI-P sudah memiliki kalkulasi sendiri terkait ini. Pun demikian, PDI-P dinilai sadar betul soal elektabilitas Ganjar yang besar.

“PDI-P selalu ikut pemilu dan tahu trik-triknya,” kata Siti.

Ke depan, sejumlah strategi bakal dimainkan oleh PDI-P untuk menggenjot elektabilitas Puan. Tak hanya menerjunkan eks Menko PMK itu ke berbagai penjuru negeri, tetapi juga menebar baliho-baliho Puan di jalanan, dan masih banyak lagi.

Tak lupa, embel-embel Soekarno akan senantiasa dipakai dalam misi ini. Misalnya, menyertakan foto hingga menyematkan titel “cucu Soekarno” di baliho.

“Mungkin kekhasan budaya dari PDI-P seperti itu karena dianggap foto mendiang Bung Karno itu pemersatu, di situ yang bisa mengerek suara. Jadi tingkat elektabilitasnya ditambah fotonya mendiang Bung Karno,” ujar Siti.

Siti menambahkan, dorongan PDI-P bagi Puan tak hanya untuk kepentingan pencapresan saja. Namun, lebih jauh, ini juga tentang tongkat estafet kepemimpinan kursi ketua umum partai banteng jika kelak Mega lengser.

“Kan ini Bu Mega belum estafet siapa ketum yang akan datang. Jadi memang ini momen yang Bu Mega bisa menyaksikan anaknya nyalon, lalu dipikirkan siapa ketum selanjutnya untuk menyempurnakan estafet,” kata dia.

Pos terkait